Kamis , Juli 9 2020
Home / Daerah / Kisah Pemulangan Jenasah Almarhum Agustina Dari Papua Yang Sempat Terkendala Biaya

Kisah Pemulangan Jenasah Almarhum Agustina Dari Papua Yang Sempat Terkendala Biaya

Mamuju, 8enam.com.-Berawal dari informasi WhatsApp, Sekretaris Wilayah DPW JPKP Sulbar, Budi basir, menerima informasi bahwa jenazah almarhumah Agustina, warga Desa Kaluku Nangka, Kecamatan Bambaira Kabupaten Pasangkayu telah meninggal dunia pada hari sabtu tanggal 29 Oktober 2019 di Rumah sakit Abefura Provinsi Papua.

Namun karena terkendala biaya pemulangan ke kampung halaman, jenazah almarhumah Agistina belum bisa dipulangkan ke kampung halamanya di Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulbar.

Melalui pesan WhatsApp, Selasa (5/11/2019) Sekwil DPW JPKP Sulbar, Budi Basir menuturkan, atas informasi tersebut, pihaknya kemudian mencoba melakukan klarifikasi kepada sumber berita (Jenny) yang juga anak ke 2 dari Agustina untuk mengirimkan data KTP dan KK almarhumah via WhatsApp. Dari data tersebut, Sekwil DPW JPKP Sulbar langsung menyampaikan dan melaporkan masalah tersebut kepada ketua DPW JPKP Sulbar Dian Daniati via telpon.

“Hasil dari pembicaraan itu kemudian, Dian Daniati mengarahkan agar Sekwil langsung berkoordinasi dengan PIC social DPP JPKP Indonesia di jakarta dan secepatnya mengirimkan data jenasah,” ujarnya.

Berselang beberapa menit kata Budi, Herlina selaku PIC social DPP JPKP Sekwil DPW JPKP Sulbar agar berkoordinasi dengan DPW JPKP Provinsi Papua untuk dapat segera mengurus kepulangan jenasah tersebut di rumah sakit Abefura.

Atas arahan itu, lanjut Budi, dirinya langsung menghubungi DPW JPKP Papua, Bonny untuk segera melaksanakan perintah DPP dengan secepatnya mengurus kepulangan jenasah di Rumah sakit, bersama dengan pihak keluarga almarhum yang ada di Papua.

“Mendengar persoalan tersebut, DPW JPKP Papua dibawah komando Bonny berhasil mengurus seluruh proses adminidstrasi kepulangan jenasah Almarhum Agustina dari rumah sakit Abefura sampai menuju kargo pesawat, dengan nomor penerbangan JT 737 Lion Air menuju Bandara udara hasanudddin Makassar. Akan tetapi, pihak maskapai meminta jaminan kepada DPW Papua untuk memberikan konvensasi awal untuk biaya kargo sampai Makassar,” tutur Budi.

Mendapat informasi bahwa pihak maskapai meminta jaminan biaya kargo jenasah dari Bonny, lalu Sekwil DPW JPKP Sulbar kembali menghubungi PIC social DPP atas masalah tersebut, karena biaya kepulangan belum cair pada hari senin itu, krn bendum baru bisa mencairkan biaya pemulangan pada hari selasa esokx.

“Alhamdulilah, atas perintah ketua umum DPP JPKP Indonesia, Maret Samuel sueken, melalui lembaga donatur KITABISA.COM, akhirnya jenasah almarhumah Agustina berhasil diterbangkan dari Bandara Papua pada hari senin 1 Oktober 2019 pukul 11.15 waktu Papua, menuju bandara Hasanuddin Makassar dengan waktu perjalanan kurang lebih 3 jam perjalanan,” ujarnya.

Budi menuturkan, sebelum jenasah tiba dibandara udara Hasanuddin Makassar, melalui Ketua dan Sekwil DPW JPKP Sulbar, DPP JPKP memerintahkan, agar DPW dan DPD Sulsel untuk mengawal jenasah sampai tiba diperbatassan Sulsel-Sulbar.

Dengan menempuh jarak kurang lebih 680 km dari kota Makassar menuju rumah duka di Kabupatan Pasangakayu Sulbar, rombongan jenasah diberangkatkan pada pukul 13.30 dengan menggunakan Ambulance melalui pengawalan DPD JPKP Maros dan DPD Pangkep.

“Sempat kehilangan kontak dengan rombongan ambulance, akhirnya sebagian pengurus DPW JPKP Sulbar memilih untuk mengawal terlebih dahulu dengan titik pertemuan di Kabupaten Mamuju Tengah,” terangnya.

Rombongan pengurus DPW JPKP Sulbar bisa komunikasi dengan rombongan ambulance, saat rombpongan DPW Sulbar memasuki wilayah Kabupaten Pasangkayu. Sementara posisi rombongan ambulan berada di Kabupaten Mateng.

“Menjelang pagi pukul 05.30 wita, rombongan jenazah baru dapat beriringan sampe ke rumah duka,” ungkapnya.

Setibanya dirumah duka, rombongan langsung di sambut dengan isak tangis yang penuh haru dari seluruh pihak keluarga almarhumah, bahkan sempat ada yang pingsan karena dimata mereka pemulangan jenasah almarhum adalah hal yang mustahil, sebab tak ada biaya.

Dengan rasa haru, keluarga almarhum bersyukur dan berterimah kasih pengrus DPW JPKP Sulbar dan Pengrus DPP JPKP Indoenesia karena berhasil memulangkan jenasah almarhumah Agustina sampai kerumah duka.

Pada kesempatan itu, DPW JPKP Sulbar memberikan santunan dan biaya pemakaman sebesar Rp 3.000.000 kepada keluarga almarhumah ditambah sisa biaya kepulangan semenjak diberangkatkan dari Papua sebesar Rp 6.700.000. semua itu bersumber dari donator KITABISACOM.

“Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Ketua Umum DPP JPKP Indonesia, Maret Samuel Sueken dan PIC social, Herina Prawiro Soekarto atas bantuan yang diberikan, donator KITABISACOM,” ucap Budi.

Tak hanya itu tambah Budi, ucapan terimaksih juga mengalir dari berbagai pihak, seperti dari anggota DPRD Pasangkayu Dapil Bambarasa, ( Bambanglamotu, Bambaira, Sarjo ) Adi Kadir, ibu Ketua DPRD Kab Pasangkayu, serta wakil bupati Kab. pasangkayu H. Muh. saal atas kerja-kerja DPW JPKP Sulbar. Mereka berharap JPKP Sulbar dapat melebarkan cabangnya di bumi Popasanggayu ini dengan dukungan seluruh stake holder daerah.

“Insya allah JPKP bisa berkembang dalam memberikan pengabdian dan pelayanan yang tulus demi warga, bangsa dan Negara, khususnya dalam membagun Sulbar yang maju dan malaqbiq,” pungkasnya. (Sekwil/edo )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *