Mamuju, 8enam.com.-Pembangunan sektor pangan di Sulawesi Barat kini tidak lagi sekadar bicara soal bagaimana mencukupi lambung masyarakat agar kenyang. Di bawah komando Gubernur Suhardi Duka (SDK), Pemprov Sulbar kini memasang standar super ketat: pangan yang beredar di masyarakat wajib hukumnya aman, bermutu, dan bebas dari zat berbahaya!
Komitmen radikal ini ditegaskan jajaran Dinas Pangan Daerah (Dispangda) Sulbar saat menghadiri Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia (World Food Safety Day 2026) yang digelar secara nasional oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (8/6/2026).
Standar Dunia: Sains dan Teknologi Jadi Senjata Baru
Dalam forum akbar daring yang diikuti oleh seluruh dinas pangan se-Indonesia, akademisi, hingga pelaku industri ini, benang merah masalah pangan nasional dikuliti habis. Mulai dari manajemen risiko perdagangan hingga pemanfaatan sains dan teknologi mutakhir untuk mendeteksi kelayakan pangan.
Kepala Dispangda Sulbar, Suyuti Marzuki, membongkar fakta bahwa keamanan pangan adalah urusan hidup mati sebuah daerah. Menurutnya, mengabaikan kualitas pangan sama saja dengan merusak masa depan kesehatan masyarakat.
“Pangan yang aman tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya saing produk pangan daerah di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Suyuti Marzuki.
Warning Keras Pengawasan Pangan Segar!
Merespons arahan langsung dari Gubernur SDK, Dispangda Sulbar tidak ingin kecolongan dengan masuknya komoditas pangan segar yang mengandung bahan kimia berbahaya atau tidak layak konsumsi di pasar-pasar lokal bumi Malaqbi.
Melalui momentum Hari Keamanan Pangan Dunia 2026 ini, Dispangda Sulbar resmi menyatakan perang terhadap pangan ilegal dan tidak higienis dengan memperketat sistem pengawasan pangan segar di lapangan.
Langkah ini diambil demi memastikan produk yang dibeli ibu rumah tangga di pasar tradisional maupun modern benar-benar terjamin mutunya.
Cetak Generasi Sulbar yang Sehat dan Produktif
Kebijakan ketat ini merupakan investasi jangka panjang Pemprov Sulbar. Dengan jaminan pangan yang sehat dan bergizi, diharapkan tingkat produktivitas masyarakat Sulbar melesat tajam.
Dispangda Sulbar juga berjanji akan gencar turun ke lapangan guna mengedukasi dan meningkatkan literasi masyarakat, agar warga semakin cerdas dalam memilih serta memilah pangan yang aman demi keluarga tercinta. (Rls)
Editor : Ammar







