Example 300250
DaerahMamuju

Waspada Penipuan Jastip Online! KominfoSS Sulbar : Literasi Digital Adalah Benteng Utama

×

Waspada Penipuan Jastip Online! KominfoSS Sulbar : Literasi Digital Adalah Benteng Utama

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Kasus penipuan berbasis digital kembali mengguncang wilayah Sulawesi Barat, kali ini menimpa warga di Kabupaten Majene dengan modus jasa titip (jastip) penukaran uang baru secara daring. Merespons kejadian tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan bahwa literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi masyarakat.

​Kasus yang menyeret seorang tersangka asal Makassar ini menjadi alarm keras bahwa kejahatan siber terus bermutasi, memanfaatkan celah kepercayaan masyarakat di media sosial dan aplikasi percakapan.

Modus Kepercayaan dan Visual Palsu

​Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengungkapkan bahwa para pelaku penipuan digital umumnya sangat piawai membangun kepercayaan korban. Mereka menggunakan tampilan profil yang meyakinkan, komunikasi yang intens, hingga bukti transaksi visual yang seolah-olah autentik.

​”Masyarakat perlu lebih kritis dalam merespons setiap penawaran di ruang digital, terutama yang menjanjikan kemudahan atau keuntungan instan. Pola ini sering kali menggiring korban untuk melakukan transaksi atau pembayaran penuh di awal,” ujar Ridwan, Selasa (14/04/2026).

Tips Aman Berinteraksi Digital

​Sebagai langkah pencegahan, KominfoSS Sulbar membagikan beberapa panduan penting bagi warga:

  • Verifikasi Ketat: Jangan mudah percaya pada akun yang belum terjamin kredibilitasnya.
  • Hindari DP Penuh: Sebisa mungkin hindari pembayaran penuh di muka untuk layanan jastip yang tidak memiliki legalitas jelas.
  • Gunakan Kanal Resmi: Utamakan jasa penukaran uang atau layanan transaksi melalui lembaga keuangan resmi.

Komitmen Pelayanan Publik yang Adaptif

​Penguatan edukasi digital ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK). Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi namun tetap waspada terhadap risiko yang menyertainya.

​Ridwan mendorong masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan indikasi kejahatan.

​“Manfaatkan kanal pengaduan resmi seperti SP4N Lapor atau segera lapor ke aparat penegak hukum jika menemukan aktivitas mencurigakan. Semakin cerdas kita bermedia digital, semakin kecil peluang pelaku kejahatan untuk berhasil,” tegasnya.

​Melalui edukasi yang berkelanjutan, KominfoSS Sulbar berharap masyarakat Bumi Manakarra semakin tangguh dan bijak dalam beraktivitas di ruang siber, sehingga ekosistem digital di Sulawesi Barat tetap aman dan kondusif.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *