Selasa , Agustus 9 2022
Home / Daerah / Oknum Humas Menteri ATR BPN Dorong Wartawan Saat Meliput

Oknum Humas Menteri ATR BPN Dorong Wartawan Saat Meliput

Mamuju, 8enam.com.-Sejumlah wartawan kecewa saat melakukan liputan kunjungan Menteri ATR/kepala BPN Hadi Tjahjanto di Mamuju, Sulawesi Barat.

Kunjungan Menteri ATR/Kepala BPN dalam rangka menghadiri rapat koordinasi gugus tugas Reforma Agraria.

Sejumlah reporter yang mengaku mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari salahseorang oknum anggota Biro Huma Menteri ATR/BPN.

Kejadian tersebut berawal saat salah seorang Wartawan Tribun Sulbar, Rahman hendak mengabadikan kehadiran Hadi Tjanjanto di ruangan Ballroom Hotel d’Maleo, kota Mamuju dalam acara Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria, Rabu (29/6/2022).

“Seharusnya tidak didorong, harusnya diberikan waktu dan peringati dengan cara yang etis,” Kata Rahman Wartawan Tribun Sulbar

Perlakuan yang tidak menyenangkan itu juga dialami oleh Ade Juaedi, Wartawan Radar Sulbar saat sendak mengabadikan gambar Menteri ATR Kepala BPN Hadi Tjahjanto dalam kegiatan itu.

Ade mengaku perlakuan dari Biro Humas Menteri ATR/BPN itu tidak etis apalagi ditengah ramainya tamu yang hadir diacara tersebut.

“Sejak awal sudah terlihat arogan. Tapi puncaknya saat beberapa awak media, termasuk saya dihadang, ditarik saat sedang mengambil gambar,” ujarnya.

“Hal itu tentu tidak etis dilakukan terhadap wartawan yang sedang menjalankan kerja-kerja jurnalistiknya,” sambunh Ade Juanedi.

Atas kejadian itu seluruh awak media mengaku kecewa pada perlakuan Biro Humas Menteri ATR/BPN itu, awak media pun langsung meninggalkan ruangan.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu wartawan yang juga hadir dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya pada kegiatan tersebut

Ketika salah satu wartawan ditanya sekaligus menunjukkan foto humas ATR BPN yang hadir pada acara Rakoor itu, membenarkan bahwa foto dimaksud adalah pelaku pengintimidasian (mendorong) wartawan yang sedang menjalankan tugas. (Sgt/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.