Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali unjuk gigi di pentas nasional. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, memaparkan langsung lompatan transformasi digital daerah secara virtual di hadapan dewan juri papan atas dalam ajang bergengsi Best HC Awards 2026, Selasa (19/05/2026).
Di hadapan barisan juri pakar—termasuk Raden Wijaya Kusumawardhana dan dr. Eng. Hary Budiarto dari Kemenkomdigi, Budiawan Anggrahitono (KAM School Indonesia), serta Riani Rachmawati (Lembaga Management UI)—Ridwan mengupas tuntas komitmen Pemprov Sulbar dalam membangun ekosistem pelayanan publik yang terintegrasi.
Satu Platform Bersama Menuju ‘Sulbar Digital’
Mengawali pemaparannya, Ridwan memperkenalkan kondisi geografis dan ekonomi Bumi Manakarra sebagai provinsi ke-33 yang baru berusia 22 tahun. Di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK), keterbatasan daerah justru direspons dengan akselerasi program makro bernama ‘Sulbar Digital’.
“Harapan Bapak Gubernur, seluruh layanan baik untuk internal pemerintah maupun masyarakat luas dapat disatukan dalam satu platform bersama yang disebut Sulbar Digital,” ucap Ridwan di hadapan para juri.
Langkah ini diawali dengan penguatan regulasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), disusul pembangunan infrastruktur jaringan antar-gedung yang mengoneksikan enam kabupaten se-Sulbar.
Fokus pada Kesiapan Human Capital
Infrastruktur yang canggih dinilai tidak akan berdampak tanpa kesiapan manusianya. Di bawah komando Sekprov Junda Maulana, Pemprov Sulbar membentuk tim koordinasi tersertifikasi yang mengawal sisi jaringan, aplikasi, multimedia, hingga tim pendamping SPBE di setiap OPD.
Strategi transformasi ini menyasar tiga lini utama: restrukturisasi organisasi lintas sektor, peningkatan kompetensi (upskilling) SDM, serta menjadikan digitalisasi sebagai arsitektur organisasi.
Meski masih menghadapi tantangan geografis berupa 12 persen area blankspot, hasil kerja keras ini mulai berbuah manis:
- 12 Ribu Personel ASN telah diukur kompetensi digitalnya dengan hasil kategori ‘Baik’.
- 504 ASN sukses dilatih melalui Government Transformation Academy hasil kolaborasi bersama Kemenkomdigi.
- Penyelenggaraan program Digital Leadership Academy (DLA) untuk level pejabat pemprov dan pemkab.
- Peningkatan signifikan pada nilai Indeks SPBE daerah.
Ekonomi Hijau dan Biru Berbasis Data
Integrasi data digital di Sulbar kini juga mulai menyasar hingga level desa. Hal ini dipersiapkan untuk menyokong potensi riil daerah di sektor ekonomi hijau dan biru, seperti pertanian, perkebunan sawit, hingga kelautan.
Menutup presentasinya, Ridwan menegaskan bahwa instrumen teknologi hanyalah alat bantu, sementara penentu utamanya tetap berada pada faktor manusia (human capital).
“Anggaran besar tidak akan banyak berpengaruh kalau SDM tidak siap. Khususnya di internal pemerintah, human capital adalah kunci utama untuk mengoptimalisasi pelayanan publik,” pungkas Ridwan.
Editor: Ammar







