Minggu , Januari 16 2022
Home / Daerah / HUT PDI Perjuangan ke 49, Budi : Partai Harus Membumi Ditengah-Tengah Masyarakat

HUT PDI Perjuangan ke 49, Budi : Partai Harus Membumi Ditengah-Tengah Masyarakat

Mateng, 8enam.com.-Peringatan HUT ke 49 PDI Perjuangan dilaksanakan secara serentak dikantor kantor partai seluruh Indonesia.

Untuk DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mamuju Tengah memilih sebuah desa sebagai titik lokasi upacara peringatan HUT ke 49 PDI Perjuangan. Desa yang dipilih adalah Desa Polo Lereng Kecamatan Pangale Kabupaten Mamuju Tengah.

Hadir pada upacara tersebut dihadiri oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Mamuju Tengah, I Komang Budi Arcana, bendahara DPC PDI Perjuangan, Hj. Asnaeni, PAC dan kader partai PDI Perjuangan.

Komang Budi menuturkan alasanya memilih desa sebagai lokasi upacara HUT ke 49 PDI Perjuangan, adalah untuk membumikan tradisi politik, bahwa desa adalah cermin kemajuan sebuah bangsa. Dimana desa itu kuat maka negara akan kuat dan maju.

“Maka segala tindakan politik hendaknyalah memperhatikan kemakmuran desa, karena desa itulah merupakan sumber sandang pangan yang kita nikmati dari dulu sampai sekarang,” kata Budi.

Dia juga katakan, sebuah spirit bahwa sebuah partai harus membumi ditengah tengah masyarakat. Desa harus menjadi sasaran pembangunan dengan segenap perhatian, karena di sebuah desalah kemajuan sebuah negara bisa tercermin.

“Apalagi mengingat Polereng adalah daerah potensi lumbung beras, seyogyanyalah Pemerintah daerah dan DPRD bisa memberi perhatian lebih baik lagi, sehingga Kabupaten Mamuju Tengah dapat mandiri dalam ketahanan pangan,” ungkapnya.

Diomentum HUT ke 49 PDI Perjuangan, Budi juga berharap dapat memperkuat solidaritas bangsa, yang terdiri dari nilai nilai luhur budaya dan sarat akan pesan damai dan menjaga alam lingkungan.

Pada kesempatan itu, DPC PDI Perjuangan Mamuju Tengah juga membagikan bantuan beras dari Mbak Puan Maharani, Ketua DPR RI.

“Pembagian beras kepada peserta upacara adalah simbul bahwa beras yang kita nikmati berasal dari para petani yang ada di desa-desa, karenanya dedekasi politik itu hendaknyalah memakmurkan desa,” tutupnya. (amr)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *