
Mamuju, 8enam.com.-Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terpilih menjadi salah satu dari tiga lokasi pembangunan Mess Patriot Transmigrasi di Indonesia. Proyek strategis ini ditandai dengan peninjauan lokasi oleh Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Sigit Mustofa Nurudin, didampingi Tenaga Ahli Gubernur Sulbar, Abdul Wahab, di Kabupaten Mamuju, Jumat (09/01/2026).
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, bersama Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, pada akhir tahun lalu.
Pusat Pendidikan Terpadu dan Beasiswa Patriot
Mess Patriot direncanakan sebagai pusat penelitian dan pendidikan yang akan dihuni oleh mahasiswa penerima Beasiswa Patriot dari tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama, seperti UI, ITB, IPB, UGM, UNPAD, UNDIP, dan ITS.
Sistem pembelajaran akan dilakukan secara hybrid:
Akademik: Perkuliahan daring dengan universitas induk di Jawa.
Praktik Lapangan: Interaksi langsung dengan masyarakat transmigrasi untuk penyuluhan dan pendampingan.
Dua Lokasi Alternatif di Kalukku
Tim meninjau dua titik lahan milik aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Kecamatan Kalukku:
Kawasan Wisata Gentungan: Lahan seluas ± 5 hektare dengan suasana alam yang mendukung riset.
Dusun Bebangan: Berlokasi strategis di jalur Trans Sulawesi dan sangat dekat dengan Bandara Tampa Padang.
“Dari sisi aksesibilitas, lokasi di jalur Trans Sulawesi lebih strategis karena dekat dengan bandara, memudahkan mobilitas mahasiswa nasional yang datang dari berbagai daerah,” ujar Sigit Mustofa.
Target Operasional Tahun 2026
Kementerian Transmigrasi memastikan bahwa pembangunan fisik akan dimulai pada awal 2026 dengan target penyelesaian pada pertengahan tahun. Selain di Sulawesi Barat, fasilitas serupa hanya dibangun di dua wilayah lain, yakni Papua Selatan dan Barelang (Batam).
“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah agar Mess Patriot ini bisa mulai difungsikan sekitar bulan Agustus atau September 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru,” tambah Sigit.
Hadirnya Mess Patriot ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa, tetapi juga membawa dampak ekonomi dan transformasi sosial bagi masyarakat lokal melalui transfer pengetahuan dan pengembangan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan. (Rls)







