Mamuju, 8enam.com.-RSUD Provinsi Sulawesi Barat terus memacu kualitas pelayanan medis, khususnya pada penanganan kasus darurat dan kritis. Sebagai langkah nyata, manajemen rumah sakit menyelenggarakan Refreshing Training penggunaan alat bantu napas atau ventilator bagi para tenaga kesehatan di Ruangan ICVCU RSUD Sulbar, Rabu (29/04/2026).
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam menjamin keselamatan pasien (patient safety) melalui peningkatan kompetensi teknis tenaga medis yang bertugas di unit perawatan intensif.
Penguatan Kapasitas SDM Berbasis Panca Daya
Kegiatan ini sejalan dengan pilar Panca Daya yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yakni membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter. Dengan tenaga kesehatan yang terampil, RSUD Sulbar diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, menegaskan bahwa penguasaan teknologi medis seperti ventilator adalah kompetensi wajib yang harus selalu diasah.
“Penggunaan ventilator sangat krusial dalam penanganan pasien dengan kondisi kritis. Melalui pelatihan ini, kami ingin tenaga kesehatan semakin terampil, percaya diri, dan memiliki ketepatan tinggi dalam mengambil tindakan medis di situasi darurat,” ujar dr. Musadri.
Materi Teknis dan Penanganan Klinis
Pelatihan ini menghadirkan ahli dari PT Hospiniaga, Arman, sebagai instruktur. Para peserta yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga penunjang medis diberikan materi komprehensif yang meliputi:
- Pengenalan Prinsip Kerja: Memahami mekanisme dasar alat ventilator terbaru.
- Pengaturan Mode Ventilasi: Ketepatan dalam menyetel mode alat sesuai dengan kondisi klinis pasien yang berbeda-beda.
- Simulasi Kasus Darurat: Penanganan praktis saat terjadi kendala teknis atau perubahan kondisi pasien secara mendadak.
Fokus pada Keselamatan Pasien
Selain aspek teknis, refreshing training ini juga menekankan pentingnya kerja sama tim lintas profesi. Sinergi antara dokter dan perawat dalam mengawasi penggunaan ventilator menjadi kunci keberhasilan penyembuhan pasien dengan gangguan pernapasan berat.
“Tujuan akhir kami adalah memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang unggul, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien di Bumi Manakarra,” pungkas dr. Musadri.
Editor: Ammar







