Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) mulai melakukan langkah konkret dalam penyaluran dana pendidikan. Bertempat di ruang kerja Biro Pemkesra, tim teknis melaksanakan pemberkasan bagi penerima beasiswa lanjutan serta memberikan bimbingan langsung bagi para calon penerima beasiswa tahun anggaran 2026, Rabu (29/04/2026).
Program ini merupakan salah satu pilar utama dalam kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan daerah.
Pendampingan Administrasi yang Transparan
Kegiatan ini tidak hanya sekadar mengumpulkan dokumen, tetapi juga memberikan asistensi bagi mahasiswa agar tidak terkendala dalam proses administrasi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran dan memenuhi standar akuntabilitas yang berlaku.
Kepala Biro Pemkesra Sulbar, Murdanil, menjelaskan bahwa bimbingan langsung diberikan agar para calon penerima memahami alur pendaftaran secara menyeluruh.
“Kami ingin memberikan kemudahan sekaligus kepastian bagi para mahasiswa. Melalui bimbingan langsung, kita meminimalisir kendala administratif sehingga prosesnya berjalan tertib dan transparan,” ujar Murdanil.
Investasi Jangka Panjang Panca Daya
Program beasiswa ini merupakan bagian integral dari implementasi Program Panca Daya. Pemerintah Provinsi memandang dukungan pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing Sulawesi Barat di masa depan.
Murdanil menambahkan, harapan besar digantungkan pada para penerima beasiswa agar nantinya dapat kembali dan berkontribusi bagi daerah.
“Beasiswa ini adalah investasi untuk masa depan Sulawesi Barat. Kami berharap para penerima nantinya dapat berkontribusi dalam pembangunan sesuai bidang keahlian mereka masing-masing,” tambahnya.
Menjaring SDM Berkualitas
Melalui proses pemberkasan yang ketat dan bimbingan yang terstruktur, Biro Pemkesra Sulbar berkomitmen untuk menjaring putra-putri terbaik daerah yang memiliki potensi akademik namun memerlukan dukungan finansial.
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka putus kuliah di tingkat pendidikan tinggi serta mendorong lahirnya generasi muda Sulawesi Barat yang kompeten, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman di Bumi Manakarra.
Editor: Ammar







