Sabtu , September 21 2019
Home / Daerah / Ternyata….Margonda Dan Frans Seda Adalah Bagian Dari Kris Muda

Ternyata….Margonda Dan Frans Seda Adalah Bagian Dari Kris Muda

Mamuju, 8enam.com.-Nama Margonda, Pejuang yang wafat diusia muda di Front Kalibata ternyata bagian dari Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (Kris Muda) yang juga berkembang di sekitar Bogor. Bukan hanya Margonda, Frans Seda yang niatnya ke Jawa untuk bersekolah kemudian terjebak perang, juga bagian dari Kris Muda.

Melalui WhatsApp Jum’at (17/3/2017), Ketua Umum (Ketum) Kris Muda, Andi Ilham Bambang menuturkan, Di masa revolusi Frans Seda terpaksa ikut bergerilya melawan Belanda, bergabung dengan laskar perjuangan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (Kris Muda). Setelah revolusi di tahun 1950, Frans Seda ikut serta dalam panitia pembubaran Negara Jawa Timur. Frans Seda pernah jadi menteri dan diangkat menjadi Pahlawan Nasional

Dia juga menuturkan, Laksamana Muda TNI (Purn.) John Lie Tjeng Tjoan, atau yang lebih dikenal sebagai Jahja Daniel Dharma adalah salah seorang perwira tinggi di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dari etnis Tionghoa yang juga Pahlawan Nasional Indonesia. John Lie adalah seorang pemuda yang telah banyak berjuang demi kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“John lie sendiri sudah sering beroperasi di berbagai negara dengan mengemban tugas negara. Jasa besarnya adalah ketika ia turut serta mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia yang sedang mengalami banyak krisis,” tutur Andi Ilham Bambang.

Pada usia 17 tahun lanjutnya lagi, John Lie meninggalkan tanah kelahirannya menuju Batavia dan bekerja sebagai buruh di pelabuhan Tanjung Priok. Selanjutnya, beliau bekerja sebagai mualim di kapal niaga milik perusahaan Belanda, KPM. Kemudian Jhon Lie bergabung dengan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (Kris Muda), lalu masuk sebagai prajurit Angkatan Laut RI.

Selain Margonda, Frans Seda dan Laksamana Muda TNI (Purn.) John Lie Tjeng Tjoan, Hj. Andi Depu merupakan sosok perempuan yang telah memperlihatkan dedikasi dan loyalitas yang sangat tinggi dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, hal itu telah dibuktikan dengan diberikannya beberapa tanda jasa, salah satunya adalah Bintang Mahaputra oleh Presiden RI Soekarno dan pemberian nama gelar Ibu yang di agungkan menjadi Ibu Agung Hj. Andi Depu. Namun hingga kini, Hj. Andi Depu tidak masuk dalam daftar nama pahlawan nasional. Meskipun Andi Depu memiliki peran dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia.

Keterlibatan Hj. Andi Depu ini sangat berpengaruh dalam perjuangan selanjutnya, sebab setelah bergabungnya Hj. Andi Depu, ternyata membawa pengaruh psikologis dalam membangkitkan semangat perjuangan anggota Kris Muda.

Selain itu, tambahnya, banyak rakyat yang bersimpati dalam perjuangan, termasuk kaum bangsawan Mandar lainnya, diantaranya putra Ibu Andi Depu, Andi Parenrengi, saudara kandung Andi Depu yakni Andi Abdul Malik, R. A. Daud, A.R. Tamma, Andi Razak, Yendeng, Andi Pelang, Pababari, Abd Rauf dan lain-lain. Selain itu bergabung juga M. Saleh Puangnga I Sudding yang merupakan salah satu tokoh pada masa pendudukan Jepang, menjadi buronan karena tidak tunduk pada kekuasaan asing .

Keterlibatan Andi Depu dalam perjuangan rakyat Mandar, ternyata sangat membawa pengaruh yang begitu besar, dimana keterlibatan Andi Depu, bagaikan minyak yang menambah kobaran api perjuangan rakyat Mandar. Sehingga rakyat bahu membahu dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

“Saya baru tahu, ternyata bukan hanya di Tanah Mandar ada Kris Muda, ternyata di luar ada juga Kris Muda. Hanya di katakan Kris Muda Mandar, karena ada di tanah mandar. Namun ada juga di luar tanah Mandar. Selain itu, saya juga ucapkan banyak terimakasi kepada Ali Baal Masdar (ABM) dan Hj. Andi Ruskati, yang telah memberikan penghargaan kepada jasa para pejuang dari tanah mandar khususnya Hj. Andi Depu,” pungkasnya. (Ra)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *