Minggu , Desember 5 2021
Home / Daerah / Terima Kunjungan Unicef Indonesia, Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB Usulkan Ini

Terima Kunjungan Unicef Indonesia, Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB Usulkan Ini

Mamuju, 8enam.com.-Lakukan audiensi perkembangan program serta usaha yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju dalam mencegah pernikahan usia anak, Tim Unicef Indonesia bertandang ke Kabupaten Mamuju tepatnya di Kantor Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapepan) Kabupaten Mamuju, Selasa (26/6/2018) kemarin.

Tim Unicef yang berkunjung ke Kabupaten Mamuju diantaranya, JPO Unicef Indonesia, Felice Baker. UNV untuk Child Protection, Unicef Makassar, Hendriyadi dan Adolescent Development Officer, UNCEF Indonesia, Chizuru Iwata.

Dalam peretemuan tersebut, ada beberapa usulan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mamuju kepada pihak Unicef seperti yang di usulkan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana bahwa, perlu ada pendekatan kepada orang tua utamanya masyarakat ekonomi menengah kebawah untuk tidak menikahkan anaknya diusia muda. Selain itu juga dibutuhkan pendekatan agama kepada remaja-remaja dan sosialisasi terkait kesehatan reproduksi.

“Seandainya bisa kami di dukung dengan dana, kami ingin semua sekolah dapat kami masuki untuk penyuluhan kesehatan reproduksi. Karena biasanya juga anak remaja belum memahami kalau kita melakukan hubungan dengan lawan jenis akan berdampak kehamilan dan sangat beresiko,” Kata Hj. Syamsia, Kepala Bidang Keluarga Berencana.

Dia juga meminta, adanya perhatian kepada anak yang telah terlanjur menikah untuk dapat dibekali keterampilan agar mereka dapat membuka usaha, dengan asumsi ekonomi keluarga yang baik akan menekan angka perceraian.

Selain itu, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan untuk fokus sosialisasi pada anak usia 11-12 tahun atau kelas 5-6 SD, sebab mereka yang akan masuk ke SMP akan mulai berkenalan dengan orang baru. Dan difase itu biasanya anak-anak remaja bergaul berlebihan.

Menanggapi beberapa penyampaian dari dinas terkait, Felice Baker (melalui penerjemah) menyampaikan bahwa hal-hal yang diusul tersebut sudah sangat baik, tinggal memastikan koordinasi lintas sektor tetap berjalan dengan baik dan semua dapat terlibat.

Sementara itu, menurut Chizuru Iwata (melalui penerjemah) bahwa dari pengalaman yang ia lihat di Boyolali, Jawa Tengah dan Kupang NTT yang juga melaksanakan program pencegahan pernikahan usia anak, dengan apa yang dilakukan di Kabupaten Mamuju telah cukup bagus, tinggal melihat kembali modulnya dan dipatenkan agar dapat menjadi dasar. Kemudian, terkait keberlanjutan program merupakan hal yang yang diinginkan bersama.

Meskipun baru pertama kali ke Mamuju kata Chizuru, ia melihat komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju cukup kuat.

Untuk diketahui, tim Unicef Indoensia tersebut juga melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap proses dialog desa dan lingkar remaja yang telah berlangsung sejak November 2017, di 6 desa atau kelurahan di Kecamatan Mamuju dan Kalukku diantaranya Kelurahan Binanga, Desa Karampuang, Desa Batu Pannu, Kelurahan Kalukku, Desa Belang-belang dan Desa Pamulukang. Namun karena keterbatasan waktu, pihak Unicef hanya melakukan monev di dua lokasi yaitu di Kelurahan Binanga dan Kelurahan Kalukku. (dhl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *