Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) tengah fokus mendorong pengembangan industri di Kawasan Strategis Terpadu Matabe (Mamuju, Tampa Padang, dan Belang-Belang). Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan aktivitas ekspor komoditas lokal langsung melalui Pelabuhan Kelas III Belang-Belang.
Kepala Dinas Perkimtanhub Sulbar, Maddareski Sallatin, mengungkapkan bahwa integrasi antara pelabuhan dan kawasan industri merupakan kunci pertumbuhan ekonomi baru di Bumi Manakarra.
Optimalisasi Pelabuhan Belang-Belang
Maddareski menjelaskan, meski saat ini Pelabuhan Belang-Belang masih berstatus sebagai pelabuhan pengumpul, potensinya sangat besar untuk ditingkatkan menjadi kawasan ekonomi khusus. Dengan fasilitas tiga dermaga yang ada, pelabuhan ini dinilai sangat siap melayani distribusi berbagai hasil bumi Sulawesi Barat ke pasar internasional.
”Pelabuhan Belang-Belang masuk dalam kawasan Matabe. Tentunya pemerintah daerah ingin mendorong pengembangan kawasan industri di sana agar semua potensi yang kita miliki bisa diekspor langsung,” ujar Maddareski dalam dialog interaktif di RRI Mamuju, Senin (11/05/2026).
Solusi Strategis di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pengembangan kawasan industri ini sejalan dengan instruksi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK). Di tengah situasi fiskal daerah yang terbatas, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor perhubungan dan industri menjadi solusi strategis untuk membiayai pembangunan.
”Potensi kita bukan hanya dari sektor pertanian saja. Semuanya tersedia dan siap jika infrastruktur pendukung industri di Belang-Belang ini dimaksimalkan,” tambahnya.
Mendorong Kawasan Ekonomi Khusus
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan regulasi dan infrastruktur guna menarik minat investor ke Kawasan Matabe. Kehadiran kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan dan bandara (Tampa Padang) diharapkan dapat memangkas biaya logistik bagi para pelaku usaha lokal.
Melalui pengembangan Kawasan Strategis Terpadu Matabe, Sulawesi Barat bermimpi besar untuk tidak lagi sekadar menjadi pengirim bahan mentah, melainkan mampu mengolah dan mengekspor produk bernilai tambah langsung dari pelabuhan sendiri.
Editor: Ammar







