Minggu , Desember 8 2019
Home / Daerah / Setelah Menuai Sorotan, Akhirnya Dinas Pertanian Perkebunan Dan Peternakan Berikan Vaksin Kesejumlah Ternak

Setelah Menuai Sorotan, Akhirnya Dinas Pertanian Perkebunan Dan Peternakan Berikan Vaksin Kesejumlah Ternak

Mamasa, 8enam.com.-Setelah mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Mamasa, Sudirman Darius, akhirnya Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Mamasa memberikan vaksin kesejumlah ternak warga yang dapat menularkan rabies seperti, anjing, kucing, Rabu (29/3/2017).

Dengan di berikannya vaksin kesejumlah ternak, Warga di Kota Mamasa akhirnya bisa bernafas lega, yang sebelumnya, warga disekitar Kota Mamasa khususnya lingkungan Tatoa’, Kelurahan Mamasa sangat khwatir dengan berhembusnya informasi anjing rabies (anjing gila) yang menggigit beberapa siswa dan warga hingga menelan korban jiwa. Namun setelah vaksinasi digelar, hal tersebut mengurangi kecemasan warga sekitar.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Mamasa, Hesron Lululangi menjelaskan. Vaksinasi anjing merupakan kegiatan rutin bahkan pertahun, namun dalam akhir Maret 2017 barulah kembali dapat dilakukan.

“Kegiatan ini juga telah dihimbau melalui media sosial dan gereja-gereja​ agar semua masyarakat yang memiliki ternak seperti anjing dan kucing melakukan kerjasama dengan tim vaksinasi dilakukan agar memudahkan penyuntikan,” ungkapnya.

Dia katakan, di Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa juga telah telah dilakukan vaksinasi anjing sekitar 800 ekor. Dari jumlah populasi anjing di Mamasa yang mencapai sekitar 19.000 ekor, telah disediakan 15.000 dosis vaksin. Sehingga diperkirakan mencapai 70 persen populasi anjing yang dapat diberikan penyuntikan.

Sementara tokoh masyarakat Tatoa’, Yulianus mengatakan, Pihaknya sangat lemah dengan vaksinasi yang berlangsung sebab masyarakat sangat was-was setelah banyak korban yang digigit anjing beberapa waktu lalu.

“Kami berharap vaksinasi anjing tetap rutin dilakukan dan khusus Dinas Kesehatan Mamasa segera menyediakan obat untuk korban yang tergigit anjing disetiap layanan​ kesehatan seperti ditingkat Puskesmas hingga Rumah Sakit. Jangan sampai ada pasien yang tidak tertangani hanya karena persoalan obat terbatas disejumlah layanan kesehatan yang ada,”pungkasnya.

Sebelumnya, Politisi Partai Gerindra, Sudirman Darius menyoroti kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Sub Bagian Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Mamasa, lantaran salah seorang korban gigitan anjing rabies, Alm. Riska meninggal dunia.

Sudirman Darius menegaskan, Jika memang Dinkes tidak menyediakan vaksin rabies setidaknya ditingkat Puskesmas maka Selama ini mereka kerja apa. Persoalan rabies bukanlah hal yang biasa-biasa, ini menyangkut nyawa seseorang.

Menurutnya, Subag Kesehatan Hewan juga harus jelih jangan nanti ada korban barulah menyuntik ternak kesana-kemari. Harusnya ada agenda rutin untuk melakukan vaksin ke hewan, sehingga anjing rabies tidak merajalela. Jangan selalu beralasan tentang anggaran, sebab Provinsi dan Kabupaten wajib menganggarkan 10 persen dari total APBD untuk sektor kesehatan, jika masih alasan itu maka kinerja Pemda perlu dipertanyakan. (Pan)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *