Mamuju, 8enam.com.-Tahapan penyusunan arah keuangan Sulawesi Barat untuk tahun anggaran mendatang kian krusial. Dalam Rapat Paripurna DPRD Sulbar yang digelar pada Rabu (7/10/2026), sebanyak tujuh fraksi secara bergantian melontarkan Pandangan Umum atas Penjelasan Gubernur terhadap Nota Keuangan dan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027.
Sidang paripurna dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sulbar, St. Suraidah Suhardi, serta dihadiri Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, yang hadir mewakili Gubernur Suhardi Duka beserta jajaran pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar.
Ketujuh fraksi yang menyampaikan sikap dan catatan strategisnya meliputi:
- Fraksi Partai Golkar
- Fraksi Demokrat Sejahtera
- Fraksi Partai Amanat Nasional
- Fraksi PDI Perjuangan
- Fraksi Partai Gerindra
- Fraksi Persatuan Kebangkitan Hati Nurani
Berbagai masukan, kritikan pedas, hingga pertanyaan kunci dihujani para legislator demi memastikan alokasi APBD 2027 tidak hanya mengalir pada program rutin, tetapi benar-benar responsif terhadap kebutuhan mendesak masyarakat serta percepatan pembangunan di Sulawesi Barat.
Merespons gelombang masukan dari seluruh fraksi, Pemprov Sulbar dijadwalkan langsung memberikan Tanggapan dan Jawaban Gubernur pada malam harinya, Rabu (7/10/2026) pukul 20.00 WITA.
Lewat dinamika pembahasan yang transparan dan kian memanas ini, sinergi antara legislatif dan eksekutif diharapkan mampu melahirkan postur anggaran yang kuat, tepat sasaran, serta berpihak pada kesejahteraan warga Sulbar.
Editor : Ammar







