Selasa , Oktober 20 2020
Home / Daerah / Rahim Menyebut, Program Literasi Sejuta Pemirsa Sangat Membantu Masyarakat Untuk Mendapat Informasi Yang Baik

Rahim Menyebut, Program Literasi Sejuta Pemirsa Sangat Membantu Masyarakat Untuk Mendapat Informasi Yang Baik

Polewali, 8enam.com.-Gerakan literasi sejuta pemirsa terus digaungkan opeh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Barat.

Kali ini, gerakan yang digagas KPI Pusat ini menyasar sejumlah mahasiswa-mahasiswi dari Universitas As’ariyah Mandar (Unasman) Polewali Mandar, dengan menghadirkan Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abd. Rahim, Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin dan praktisi Komunikasi yang juga pemilik media Penyiaran “Mario FM” Rusman Toni, Selasa (6/7/2020) kemarin

Acara ini juga dihadir Ketua dan Wakil Ketua KPID Sulbar, April Ashari Hardi dan Budiman Imran.

Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim menegaskan, program literasi yang dilakukan KPID Sulbar makin masif dan sangat membantu masyarakat utuk mendapat informasi yang baik, dan menghantar menjadi negeri Indonesia emas.

“Kita butuhkan kemampuan memfilter informasi, salah satunya melalui gerakan literasi sejuta pemisah dan pendengar yang dilakuian KPID ini,” ujar Politis Partai Nasdem ini.

Menyangkut New Normal dengan penanggulangan Pandemi Covid -19, salah satu pemuda pejuang pembentukan Sulbar ini menegaskan, kebijakan pusat saat ini benar benar memperihatinkan, situasi dan kondisi di daerah karena kita tidak tahu kapan Covid ini akan berakhir dan ini berpengaruh pada aspek ekonomi, sosial, dan penyiaran.

“Dari menyelamatkan aspek ekonomi, kebijakan pemerintah pusat dan daerah tidak boleh coba-coba memberikan kebijakan lock down dan PSBB di negara ini, karena akan mempengaruhi ekonomi,” jelasnya.

Abd. Rahim, mengatakan selain ekonomi, aspek sosial juga berpengaruh, kita tidak bisa bertatap muka secara langsung dalam menyusun program kerja.

“Untung ada aplikaai zoom meeting yang bisa memberikan dan mempertemukan kita meskipun manfaatnya tidak efektif,” katanya.

Dalam kegiatan yang dipandu Sri Ayuningsih, Koordinator Bidang Kelembagaan itu. Abdul Rahim juga menegaskan aspek yang ketiga yang juga berpengaruh atas dampak.Covid-19 iini adalah aspek penyiaran.

“Dengan keterbatasan mendapatkan sumber informasi, maka sebagai langkah pencegahan kita tidak boleh menelan secara mentah-mentah, namun kita harus memilah dan menyaring agar mental kita tidak rusak,” ungkapnya.

Sementata dalam amanahnya, Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin mengapresiasi kegiatan literasi ini sebagai bentuk implementasi dari penandatangan kesepakatan bersama dengan KPID Sulbar tahun lalu.

“Pelaksanaan Literasi ini yang dilakukan KPID, merupakan yang kedua setelah goes to kampus, kami dri unasman sangat bangga salah stu perguruan tinggi sulbar menjadi target progran kerja KPID,” kata Chuduriah. (Humas KPID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *