Mamuju, 8enam.com.-Langkah besar menuju era digitalisasi penuh terus dipacu oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Sulbar kini resmi ditunjuk sebagai perangkat daerah pertama sekaligus pilot project dalam implementasi Aplikasi Fleksi, sebuah sistem kehadiran harian Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis digital terintegrasi.
Pemaparan awal mengenai mekanisme operasional Aplikasi Fleksi ini berlangsung di Ruang Asesmen, Lantai 2 Kantor BKPSDM Sulbar, Selasa (26/5/2026). Materi dipaparkan langsung oleh Tim Pengembang Aplikasi dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Provinsi Sulawesi Barat.
Agenda sosialisasi perdana tersebut dikawal ketat oleh Kepala BKPSDM Sulbar Herdin Ismail, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan Andi Hidayah Arif, jajaran pejabat administrator, pejabat pengawas, serta seluruh ASN di lingkungan kantor tersebut.
Satu Komando Visi Modernisasi Birokrasi Suhardi Duka
Dalam arahannya, Kepala BKPSDM Sulbar, Herdin Ismail, memberikan penguatan sekaligus dukungan penuh terhadap migrasi sistem absensi konvensional ke platform digital ini. Menurutnya, inovasi ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan wajib instansi modern.
“Penerapan aplikasi Fleksi menjadi langkah positif dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan, akurasi data kehadiran, serta efektivitas pelayanan administrasi kepegawaian secara real-time,” tegas Herdin Ismail.
Herdin menambahkan, implementasi perdana sistem digital ini merupakan tindak lanjut dari instruksi dan arahan langsung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang konsisten mendorong modernisasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi (TI).
Sistem Kehadiran yang Lebih Efektif dan Akuntabel
Sementara itu, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Sulbar, Andi Hidayah Arif, menaruh harapan besar pada kesuksesan pilot project ini. Ia meyakini, database yang dihasilkan oleh Aplikasi Fleksi akan mempermudah evaluasi kinerja periodik pegawai.
”Implementasi aplikasi Fleksi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan data kehadiran ASN yang jauh lebih efektif, terintegrasi satu sama lain, serta dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel),” jelas Andi Hidayah Arif.
Melalui uji coba awal ini, BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat ditargetkan mampu menjadi contoh teladan (role model) yang sukses dalam menerapkan sistem absensi digital yang adaptif bagi seluruh dinas dan badan di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. (Rls)
Editor : Ammar







