Selasa , Oktober 27 2020
Home / Daerah / Mengenang Satu Tahun Bencana Gempa, Tsunami Dan Likuifaksi Pasigala

Mengenang Satu Tahun Bencana Gempa, Tsunami Dan Likuifaksi Pasigala

“Dan ternyata relawan yang pertama membuka akses untuk misi kemanusiaan ke Pasigala saat itu adalah relawan dari Mamuju, Sulbar. Artinya bahwa tingkat kepedulian sosial masyarakat mamuju sulbar begitu tinggi”

Mamuju, 8enam.com.-Tak terasa Satu tahun telah berlalu bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi melanda wilayah Palu, Sigi dan Donggal (Pasigala) pada 28 September 2018 silam.

Masih jelas di ingatan, wilayah Sulawesi Tengah diguncang puluhan kali gempa bumi dalam sehari. Berbagai wilayah terdampak bencana mengalami kehancuran, bahkan akses komunikasi di wilayah terdampak terputus perekonomian masyarakatpun lumpuh total.

Mengenang satu tahun bencana Gempa, tsunami dan likuifaksi, 8 organisasi di Mamuju, Sulbar menggelar kegiatan temu relawan kemanusian dengan mengangankat Tema “Mengenang 1 Tahun tugas kemanusiaan bencana gempa tsunami dan likuifaksi Pasigala”.

Kegiatan tersebut berlangsung di project Kafe Jalan Cik Ditiro Mamuju Sulbar minggu (29/9/2019) malam dihadiri para pimpinan organisasi, pegiat kemanusiaan dan sejumlah relawan individu yang terlibat langsung membantu korban bencana alam gempa Tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Pasigala Sulteng 1 tahun yang lalu.

Ketua IWO Sulbar, Muh Basri Sangkala yang didaulat menyampaikan testimoni saat dirinya menjalankan misi kemanusiaan pasca tragedi bencana tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu Sigi Donggala (Pasigala) Sulteng mengatakan, Saat kejadian bencana alam itu, dirinya diinstruksikan oleh DPP IWO untuk menjadi relawan kemanusiaan di Sulteng. dan memang bencana itu adalah panggilan hati untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa tsunami dan likuifaksi.

“Dan ternyata relawan yang pertama membuka akses untuk misi kemanusiaan ke Pasigala saat itu adalah relawan dari Mamuju, Sulbar. Artinya bahwa tingkat kepedulian sosial masyarakat mamuju sulbar begitu tinggi,” kata Basri.

Basri katakan, modal sosialnya tumbuh begitu besar untuk berdonasi kepada saudara-saudara yang tertimpah musibah bencana alam gempa tsunami dan likuifaksi yang menyapu Pasigala.

Oleh karenanya pria sapaan akrab bang Ribas dalam testimoninya berharap melalui kegiatan temu relawan pegiat kemanusiaan mamuju itu dijadikan momentum setiap tahunnya mengenang bencana gempa tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Pasigala Sulteng. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *