Minggu , Desember 15 2019
Home / Daerah / Membangun Jiwa Kepeloporan Pemuda Untuk Membangun Sulawesi Barat Melalui Dialog Interaktif

Membangun Jiwa Kepeloporan Pemuda Untuk Membangun Sulawesi Barat Melalui Dialog Interaktif

Mamuju, 8enam.com.-Membangun jiwa kepeloporan pemuda dalam membangun daerah menjadi tema dialog interaktif yang digelar oleh LSM Lembar Sulbar di Mamuju Beach Hotel, Selasa (3/12/2019).

Ketua LSM Lembar Sulbar Mulyadi mengatakan, kegiatan itu berlangsung dari tanggal 3 sampai 4 Desember 2019 dengan tujuan untuk menyatukan persepsi bersama para pemuda untuk membangun daerah.

Menurutnya, para pemuda di Sulbar memiliki banyak kemampuan dalam berbagai bidang. Tinggal bagaimana pemerintah bisa lebih maksimal hal itu.

“Tinggal jiwanya ini, karena kalau keahlian yang dimiliki tapi jiwa yang ada didalam dirinya ini tidak dikembangkan, saya rasa menjadi sia-sia potensi yang dimiliki,” kata Mulyadi.

“Sehingga pemikirannya kami bagaimana membangun jiwa kepeloporan pemuda untuk membangun Sulawesi Barat,” sambungnya.

Kegiatan itu juga kata Mulyadi, bisa menjadi langkah awal bagi pemerintah untuk selalu berdiskusi dengan para pemuda, tentang apa dan bagaimana arah pembangunan kedepannya.

“Pemuda hari ini mau diarahkan kemana para pemuda yang memiliki karakter yang berbeda-beda,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Pemprov Sulbar Muhammad Rahmat Sanusi mengatakan, pemuda harus selalu berbuat walaupun itu terlihat kecil. Salah satunya dengan ikut membersihkan lingkungan sekitar.

“Bagaimana masyarakat mempunyai kesadaran untuk membuang sampah di tempatnya,” katanya.

Rahmat Sanusi mengatakan, kebersihan lingkungan merupakan cerminan kepribadian para pemuda di sekitarnya.

Pada kesempatan itu, ia menantang para peserta untuk terlibat dalam bakti sosial untuk membersihkan pantai Manakarra berikut pesisir Jalan Alteri.

“Saya ada komunitas peduli bersih yang akan bersih – bersih setiap Jumat sore, itu dalam rangka festival Mardika 2019. Tamu kita kalau datang melihat itu (Pantai) bersih pasti pemuda yang hebat, tapi kalau kotor, pulangnya pasti mereka mengatakan Mamuju kotor, tidak ada yang bisa kita andalkan,” tuturnya. (Lr/edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *