Minggu , Desember 5 2021
Home / Daerah / “Marasa” Sasar 10 Desa Di Kabupaten Mateng

“Marasa” Sasar 10 Desa Di Kabupaten Mateng

Mateng, 8enam.com.-Program Mandiri, Cerdas dan Sehat (Marasa) sasar 10 desa di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), yang terbagi dua desa di setiap Kecamatan se Kabupaten Mateng.

Program Marasa sendiri sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di pedesaan dengan berlandaskan tiga pilar utama yaitu kemandirian ekonomi masyarakat, pendidikan serta kesehatan melaui integrasi, sinkronisasi dan sinergitas program dan kegiatan lintas sektor yang berbasis desa.

Tujuan dari program MARASA yang ingin dicapai diantaranya, Pertama, meningkatkan potensi ekonomi yang berbasis produk unggulan desa atau One Village One Product (OVOP). Kedua, untuk meningkatkan kemandirian pengusaha dan pewirausaha desa.

Ketiga, tetjadi penguatan kelembagaan masyarakat desa serta pengembangan jaringan dan kemitraan untuk pemasaran. Ke empat meningkatnya SDM melaui pendidikan dan pengembangan kesehatan melalui edukasi, perbaikan gizi, perilaku hidup besih dan sehat.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Mateng, Dzulkifli saat ditemui dikantornya, Kamis (25/4/2019) menuturkan, salah satu syarat agar terakomodir dalam program Marasa itu dilihat dari status desanya. Harus berstatus desa sangat tertinggal dan desa tertinggal.

“Untuk di Kabupaten Mateng ada 10 desa yang mendapat program Marasa yang terbagi dua desa tiap kecamatan yaitu Kecamatan Tobadak. Desa Sejati dan Desa Saloadak. Kecamatan Topoyo, Desa Sinabatta dan Desa Salule’bo. Kecamatan Budong-budong, Desa Pasapa dan Desa Bojo. Kecamatan Pangale, Desa Kombiling dan Desa Lemo-Lemo. Kecamatan Karossa, Desa Sanjango dan Desa Kambunong,” urai Dzulkifli.

Dzulkifli sampaikan, setiap desa mendapatkan kucuran anggaran dari program Marada sebesar Rp 300 juta, dengan alokasi anggarannya pada sektor pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi

Hadirnya program Marasa ini kata Dzulkifli, diharapkan ada perubahan status dari desa tertinggal ke maju, dari desa sangat tertinggal ke berkembang. Begitu juga dengan tingkat kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan masyarakat.

“Anggaran dari program marasa bisa juga digunakan dalam peningkatan infrastruktur. Tapi tetap mengacu pada skala prioritas. Yang jelas tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian desa kemudian layanan sosial. Kalau di desa itu tingkat kesejahteraannya kurang, maka akan diprioritaskan peningkatan ekonomi begitu juga dengan kesehatan dan pendidikan. Begitupun pada infrastruktur, kalau infrastruktur sangat dibutuhkan, maka anggaran itu bisa digunakan untuk peningkatan infrastruktur,” ungkapnya. (one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *