Kamis , Juli 29 2021
Home / Daerah / Malam Tahun Baru Tak Ada Pentas Hiburan, Bukan Larang Tempat Hiburan

Malam Tahun Baru Tak Ada Pentas Hiburan, Bukan Larang Tempat Hiburan

Mamuju, 8enam.com.-Di Mamuju, malam pergantian tahun dari tahun 2018 menuju tahun 2019 tidak ada pentas hiburan seperti tahun-tahun sebelumnya, namun bukan berarti melarang tempat hiburan. Hal itu dikatakan Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid.

Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid mengatakan, agenda perayaan malam tahun baru, Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju akan berkonsentrasi menyambut malam pergantian tahun dengan menggelar sejumlah agenda keagamaan mulai dari Khatam Al-Quran hingga Dzikir Akbar.

Jadi kata Habsi, di area anjungan sebagai titik pelaksanaan agenda Pemkab tidak ada panggung hiburan seperti ditahun-tahun sebelumnya, diganti dengan pelaksanaan dzikir dan shalawat.

“Namun bukan berarti tempat hiburan dan masyarakat yang mau menggelar hiburan ditempat lain kita larang, karena pada prinsipnya kita hanya terus berupaya menyerukan ajakan kebaikan, olehnya yang ingin menutup tahun dengan nuansa lebih religius mari kita sama-sama ke anjungan pantai manakarra di malam tahun baru,” kata Habsi.

“Sedangkan yang mau melakukan perayaan dengan hiburan dirumah atau ditempat hiburan seperti resto, cave dan lain-lain diluar area anjungan silahkan dilakukan, selama tidak mengganggu ketertiban umum dan tetap saling bertoleransi, ”Please” tidak dilarang,” tandas Bupati Mamuju yang di konfirmasi usai melaksanakan shalat subuh berjamaah di salah satu masjid dalam kota Mamuju, Sabtu (21/12/2018).

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju H. Namru Asdar mengatakan, kebijakan pemerintah dalam menyongsong tahun baru dengan tidak mengadakan panggung hiburan adalah sesuatu yang baru dan sangat baik, namun karena belum menjadi kebiasaan ini tentu masih dapat menimbulkan pro dan kontra.

“Ini tidak ada salahnya untuk dicoba lakukan sebagai salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin merayakan tahun baru, dari pada melakukan hal yang kurang bermanfaat lebih baik kita lakukan hal yang baik,” kata H. Namru Asdar.

Dia tambahkan, semua hal baru tentu akan ada yang mendukung dan ada yang tidak.

“Olehnya kita laksanakan dulu untuk selanjutnya dapat kita lakukan evaluasi apa yang bisa diperbaiki kedepan, soal masyarakat yang tetap ingin mengadakan hiburan ditempat lain, tidak apa-apa selama tidak saling mengganggu,” ungkap Namru. (HMS. MMJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *