Sabtu , Agustus 15 2020
Home / Daerah / Kejari Mamuju Terus Dalami Kasus Dugaan Pemotongan BLT DD Desa Taan

Kejari Mamuju Terus Dalami Kasus Dugaan Pemotongan BLT DD Desa Taan

Ilustrasi/foto : net

Mamuju, 8enam.com.-Kasus dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa untuk warga akibat dampak covid-19 di Desa Taan Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju terus berproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju.

“Penerimahnya 182 orang, yang sudah kita klarifikasi itu sudah sekitar 40 orang lebih, dan ini kita akan jadwalkan lagi untuk turun kembali karena kita tidak bisa sekaligus dalam suasana Covid seperti ini,” kata Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Mamuju, Andi Taufiq Ismail saat dii temui di kantornya, Senin (27/7/2020).

“Sesuai laporan itu kita sudah lakukan Kroscek lapangan betul tidak seperti itu, tapi kita tidak bisa sekaligus karena mengumpulkan orang sekarang itu masi di batasi. Jadi untuk menjangkau 182 sekian itu butuh waktu, tidak mungkin hanya satu atau dua hari,” tambahnya.

Selain itu Kasi Pidus juga sampaikan bahwa, pihaknya sudah melakukan pemanggilan pemeriksaan terhadap Oknum kades Taan sebanyak dua kali.

“Kita sudah dua kali turun ke lapangan juga langsung ke titik sasaran penerimah dan Kadesnya sudah dua kali juga kita panggil,” ungkapnya.

Soal kapan jadwal pemanggilan berikutnya, Andi Taufiq Ismail mengatakan, belum bisa dipastikan kapan dijadwalkan lagi. Yang jelas akan di selesaikan

“Nanti kita liat dulu pak, saya tidak bisa pastikan kapan, tapi yang jelasnya kita selesaikan. Dan nanti kita bisa simpulkan setelah semuanya kita sudah mintai keterangan, itu baru bisa kita simpulkan. Nanti laporannya kan kita serahkan ke Kejati, nanti Kejati kita di minta untuk pralit ya kita laksanakan. Adapun nanti hasilnya Kejati lah yang bisa menyampaikan itu,” jelas Kasi Pidsus.

Hasil klarifikasi dari 182 orangpun lanjutnya, akan dilaporkan ke Kejati karena kejati yang serahkan ke Kejari. Yang jelas semua akan diporoses, tapi kan 182 orang itu tidak mungkin sekaligus, tapi bertahap.

“Kami tidak mau ada sample bahwa sekian-sekian, tapi harus semua supaya klop. Makanya kita jadwal lagi mungkin habis lebaran saya turun lagi, karena paling bisanya kita 15 sampai 20 orang lah maksimal itu bisa kita kumpul,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *