Mamuju, 8enam.com.-Upaya menuntaskan persoalan warga yang belum menikmati aliran listrik mandiri terus dipacu oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar menerima kunjungan kerja Bagian SDA Setda Kabupaten Pasangkayu guna membahas percepatan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun Anggaran 2026, Senin (13/04/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas ESDM Sulbar ini fokus pada pengusulan calon penerima bantuan serta evaluasi capaian program kelistrikan gratis tahun sebelumnya.
Proyeksi Kuota 2026 Lebih Besar
Sekretaris Dinas ESDM Sulbar, Alexander Aruan Passau, mengungkapkan bahwa berdasarkan tren koordinasi yang solid, alokasi bantuan pasang listrik gratis dari Kementerian ESDM untuk Sulawesi Barat pada tahun 2026 diproyeksikan akan meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 4.100 unit.
”Peningkatan alokasi ini tidak lepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam menyodorkan data yang akurat dan tepat sasaran. Kami mengapresiasi inisiatif aktif Pemkab Pasangkayu yang proaktif mengusulkan warganya,” ujar Alexander.
Solusi di Tengah Keterbatasan Fiskal
Program BPBL dari Pemerintah Pusat menjadi tumpuan utama dalam mengejar rasio elektrifikasi di Sulawesi Barat. Pasalnya, saat ini masih terdapat sekitar 9 persen rumah tangga di Sulbar yang belum memiliki sambungan listrik PLN sendiri.
Alexander mengakui, meski Pemprov Sulbar memiliki program listrik gratis melalui APBD untuk mendukung Panca Daya Gubernur Suhardi Duka, volumenya masih terbatas karena kendala anggaran daerah.
”Program dari pusat yang jumlahnya ribuan unit ini sangat membantu kita mengejar ketertinggalan. Ini adalah langkah nyata dalam upaya menurunkan angka kemiskinan melalui pemenuhan infrastruktur dasar,” tambahnya.
Pasangkayu Siap Kawal Data Usulan
Kabag SDA Setda Kabupaten Pasangkayu, Nuralam, menyatakan komitmennya untuk memastikan seluruh warga kurang mampu di wilayahnya yang memenuhi syarat dapat terdata dengan baik. Menurutnya, bantuan pasang listrik gratis ini sangat dinantikan oleh masyarakat.
”Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas ESDM Sulbar agar data usulan kami lengkap dan diproses tepat waktu ke tingkat kementerian. Sinergi ini sangat penting agar masyarakat Pasangkayu segera menikmati manfaatnya,” kata Nuralam.
Dengan sinkronisasi data yang dilakukan sejak dini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimis proses administrasi menuju Kementerian ESDM akan berjalan lancar, sehingga target elektrifikasi 100 persen di Bumi Manakarra dapat segera terwujud.
Editor: Ammar







