Minggu , Desember 5 2021
Home / Daerah / Insiden Bendera Terbalik, Pihak DPRD Sulbar Minta Maaf

Insiden Bendera Terbalik, Pihak DPRD Sulbar Minta Maaf

Mamuju, 8enam.com.-Insiden bendera merah putih terbalik di Kantor DPRD Sulbar sempat viral dan menjadi bahan diskusi oleh pengguna media sosial, Senin (28/10/2019).

Insiden tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91 dan rapat paripurna DPRD Sulbar dengan agenda pengambilan sumpah/janji pimpinan DPRD Sulbar priode 2019-2024.

Atas kejadian tersebut, pihak DPRD Sulawesi Barat dalam hal ini Sekretaris Dewan Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan permohonan maaf atas insiden pengibaran bendera merah putih yang terbalik pada hari senin 28 Oktober 2019.

Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh Rus’an AT Kepala Bagian Umum dan Humas Setwan Provinsi Sulawesi Barat di dampingi Sudarsono Koordinator Tim dan Petugas Pamdal Sekretariat DPRD Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi atas pemberitaan di media Sosial.

Dia sampaikan bahwa benar tadi pagi pukul 06.30 Wita terjadi insiden ketidaksengajaan pemasangan Bendera yang terbalik. Kronologi kejadiannya ketika petugas pengamanan jaga malam Setwan Menaikkan bendera yang secara tidak sengaja atau lalai menaikkan Bendera dalam keadaan terbalik.

Saat serah terima jaga Pukul 07.00 Wita pihaknya melakukan pengecekan kondisi keamanan kantor untuk persiapan pelaksanaan pelantikan Pimpinan DPDR Sulawesi Barat, pihaknya mengetahui bahwa bendera yang terpasang terbalik, seketika itu juga pihaknya menurunkan dan membetulkan letak atau posisi Bendera tersebut.

“Ketika di Konfirmasi insiden ini kepada petugas jaga yang menaikkan Bendera tersebut, dia menyampaikan permohonan maaf sudah terjadi kekeliruan dan ketidaksengajaan yang murni disebabkan karena human error,” tuturnya.

Lanjutnya, akibat dari kejadian itu secepatnya melakukan evaluasi kepada semua petugas Pengamanan Jaga dan mengambil tindakan hukuman fisik kepada patugas tersebut. Dan memberikan sanksi terguran dan tindakan disiplin yang belaku.

“Untuk itu, kepada Media dan publik, kami atas nama tim pengamanan dalam kantor Setwan Provinsi Sulawesi Barat, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Publik atau semua pihak-pihak terkait atas kejadian ini. Insiden ini benar adalah kejadian ketidak sengajaan yang disebabkan human error dan kami akan memberikan sanksi tegas untuk pembinaan, agar insiden ini tidak terjadi kembali untuk kedua kalinya,” ungkapnya. (Amd/edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *