Example 300250
DaerahMamuju

Harlah ke-66 PMII, Gubernur Suhardi Duka Ajak Kader Ubah Pola Pikir : Jadi Entrepreneur Lebih Bagus daripada ASN

×

Harlah ke-66 PMII, Gubernur Suhardi Duka Ajak Kader Ubah Pola Pikir : Jadi Entrepreneur Lebih Bagus daripada ASN

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menghadiri peringatan Harlah ke-66 sekaligus Halalbihalal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Waterpark Maleo, Selasa (28/04/2026). Dalam momentum tersebut, Gubernur yang juga Ketua IKA PMII Sulbar ini memberikan motivasi besar agar para kader berani keluar dari zona nyaman dan melirik dunia kewirausahaan.

​SDK menekankan bahwa di era digital, peluang menjadi pengusaha terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki kreativitas dan daya juang.

Ubah Mindset, Tangkap Peluang Digital

​Gubernur mendorong kader PMII untuk mulai mengubah orientasi masa depan yang selama ini terlalu terpaku menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, menjadi sarjana terdidik adalah modal besar untuk menjadi seorang entrepreneur yang tangguh.

​”Sekarang ini raih mimpimu untuk bisa menangkap peluang apapun. Jadi pengusaha itu lebih bagus. Anda jadi entrepreneur, manfaatkan kemampuanmu sebagai orang terdidik. Dengan memiliki ponsel saja, kita sudah bisa menjual produk ke mana-mana, bahkan sampai ke luar negeri,” ujar Suhardi Duka.

Pesan Perjuangan: Objektif dan Kritis

​Selain urusan ekonomi, SDK juga mengingatkan peran idealisme mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan. Ia menegaskan bahwa kader PMII harus memiliki sikap objektif—mendukung program yang pro-rakyat, namun tetap lantang bersuara jika kebijakan pemerintah menyimpang.

​”Kalau pemerintah baik, berikan support. Kita harus objektif. Tapi kalau jelek, kritik dia. Demo kalau perlu! Itulah esensi perjuangan kita sebagai kader,” tegasnya disambut riuh para kader.

Sinergi Program Nasional dan Koperasi Merah Putih

​Gubernur juga memaparkan visi Presiden RI yang berkomitmen kuat agar tidak ada anak Indonesia yang kelaparan melalui program pemenuhan gizi. Untuk mendukung hal tersebut di tingkat lokal, pemerintah mendorong produk-produk masyarakat desa dapat dipasarkan secara terorganisir melalui Koperasi Merah Putih.

​Keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi wadah ekonomi kerakyatan yang mampu menyerap hasil produksi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Optimisme dalam Bingkai Aswaja

​Menutup sambutannya, SDK bangga melihat kader PMII yang telah berkontribusi di berbagai lini strategis, mulai dari jajaran menteri, parlemen, hingga penegak hukum. Ia berpesan agar para kader tetap optimistis dan tidak meninggalkan nilai-nilai perjuangan organisasi.

​”Teruslah optimis, para kader PMII. Jangan lupa berdoa dan tetap berpegang pada platform perjuangan kita, yaitu Ahlussunnah Wal Jama’ah,” pungkas SDK.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *