Kamis , Juli 16 2020
Home / Daerah / Bupati Mateng Laporkan Perkembangan Situasi Covid-19

Bupati Mateng Laporkan Perkembangan Situasi Covid-19

Mateng, 8enam.com.-Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi dengan tema Monitoring Center For Prevention (MCP), bersama Korwil V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Waluya, Gubernur Sulbar dan Bupati Se Provinsi Sulbar, Bupati Mamuju Tengah (Mateng), H. Aras Tammauni sampaikan perkembangan situasi covid-19.

Rakor melalaui vidio conference yang berlangsung di di ruang rapat Bupati Mamuju Tengah, Kamis (30/4/2020) tersebut dihadiri, Sekkab Mateng, H. Askary Anwar, Kaban Keuangan Mateng, Mansur, Kaepala Inspektur Inspektorat Mateng, H. Adnas, Kepala Bappeda Mateng, Ishaq Yunus, Kadis PMD Mateng, H. Dzulkifli, Kepala BKPP, Mateng, H. Busdir, Kadis PTSP Mateng, Mulyadi.

Pada kesempatan itu, Bupati Mateng menyampaikan perkembangan situasi covid-19 di Mamuju Tengah, dimana bahwa Mamuju Tengah dalam posisi siaga bencana, dan di Sulbar sebanyak 31 orang dari Kabupaten Mateng positif Covid-19 berdasarkan hasil Swabnya.

Untuk itu, kata Bupati menyampaikan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah dan upaya sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan provinsi, serta semua sektor termasuk TNI, Polri, untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Alhamdulilah, para tugas kami yang ada dilapangan sudah bekerja keras untuk melakukan percepatan penanganan Covid-19, ini juga sudah sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat,” kata Bupati.

Untuk persoalan Refocussing maupun Realokasi Anggaran lanjutnya, Kabupaten Mateng mengalokasikan kurang lebih 22 Milyar APBD untuk dialihkan dengan penanganan Covid-19, dengan strategi sektor Kesehatan itu adalah sektor yang terbesar yaitu kurang lebih 78,8 persen.

“Alokasi anggaran ini kita alokasikan kesektor Kesehatan, khususnya RS dan PKM baik melakukan pencegahan maupun penanganan Covid-19. Kemudian menyusul Jaring Penanganan Sosial 16,37 persen dan Dampak Ekonomi sebesar 4,6 persen sesuai arahan Permendagri,” tuturnya.

“Sementara untuk program MCP tahun 2019, sebagai Kabupaten baru, Mamuju Tengah baru mencapai posisi 72 persen. Kami akan terus berupaya sehingga dapat maksimal supaya dapat mencapai target yang sudah disampaikan melalui MCP tersebut,” tambahnya. (SN/wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *