Example 300250
DaerahMamuju

Sebut Proyek Pusat dan Daerah Tak Boleh Jalan Sendiri, Kepala Bapperida Sulbar Dorong ‘Peleburan’ Besar-besaran!

×

Sebut Proyek Pusat dan Daerah Tak Boleh Jalan Sendiri, Kepala Bapperida Sulbar Dorong ‘Peleburan’ Besar-besaran!

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat, Amujib, mengeluarkan pernyataan menohok dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Provinsi Sulbar Semester I Tahun 2026. Bertempat di Ballroom Andi Depu Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (18/6/2026), ia mendesak dilakukannya penyatuan instrumen pembangunan secara total.

​Amujib menegaskan, tantangan berat yang dihadapi bumi Malaqbi tidak akan pernah selesai jika instansi vertikal, pemerintah kabupaten, dan provinsi masih memelihara ego sektoral dan berjalan sendiri-sendiri.

​Oleh karena itu, ia mendorong sebuah langkah berani: melebur Program Strategis Nasional (PSN) pusat dengan visi lokal Pancadaya besutan Gubernur Suhardi Duka ke dalam satu ekosistem tunggal. Apa dampaknya bagi masyarakat?

Proyek Pusat Harus Hidupi Petani dan UMKM Lokal

​Peleburan ini dilakukan agar miliaran dana dari program-program raksasa pemerintah pusat tidak menguap begitu saja, melainkan langsung menyentuh kantong masyarakat di tingkat desa.

​Amujib merinci bagaimana proyek pusat harus dimanfaatkan oleh daerah:

    • Makan Bergizi Gratis (MBG): Tidak boleh hanya sekadar bagi-bagi makanan, tapi wajib menjadi instrumen perbaikan gizi stunting sekaligus motor penggerak yang memborong hasil panen pangan lokal.
    • Sekolah Rakyat: Harus menjadi pintu keluar bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mendapatkan akses pendidikan gratis.
    • Koperasi Merah Putih: Harus dihidupkan sebagai generator utama perputaran uang dan ekonomi di tingkat kelurahan.

​“PSN, Pancadaya, RPJMD, program kabupaten, instansi vertikal, dan perangkat daerah harus menjadi satu ekosistem pembangunan yang saling memperkuat, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tegas Amujib.

Keroyok Masalah Stunting hingga Kemiskinan Ekstrem

​Langkah integrasi yang digagas Bapperida dalam Rakerpim bertema “Integrasi Strategis Menggerakkan Program Strategis Nasional untuk Akselerasi Target Provinsi” ini sengaja didesain untuk mengeroyok sejumlah rapor merah daerah.

​Melalui satu komando sistem monitoring yang terintegrasi, seluruh pihak kini diwajibkan menyatukan data guna mempercepat penurunan angka stunting, memangkas kemiskinan ekstrem, memperketat pengendalian inflasi, serta mempermudah keran investasi masuk ke Sulawesi Barat.

Kunci Utama: Monitoring Berbasis Data Sensus

​Guna memastikan proyek “peleburan” ini terpantau secara presisi dan akuntabel, jalannya Rakerpim ini juga dirangkaikan dengan Pencanangan Sensus Ekonomi Nasional Tahun 2026 yang bekerja sama dengan Bank Indonesia. Data dari sensus inilah yang nantinya akan dijadikan kompas utama dalam mengambil kebijakan fiskal.

​Di akhir laporannya, Amujib optimistis bahwa dengan dikuncinya program pusat dan daerah ke dalam satu wadah Pancadaya, target mewujudkan ekonomi Sulbar yang melejit dan masyarakat yang sejahtera dapat dicapai jauh lebih cepat dan berkelanjutan. (Rls)

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *