Jumat , November 22 2019
Home / Daerah / Berapa Jumlah Rumah Yang Akan Terkena Dampak Pembangunan Jembatan Ganda Topoyo? Ini Penjelasan Kadis PU Mateng

Berapa Jumlah Rumah Yang Akan Terkena Dampak Pembangunan Jembatan Ganda Topoyo? Ini Penjelasan Kadis PU Mateng

Mateng, 8enam.com.-Proses lelang proyek Rencana pembangunan jembatan ganda Topoyo di atas Sungai Budong-budong rencananya akan dilaksanakan pada bulan November-Desember 2019. Dan pada Bulan Februari 2020 akan mulai action oleh rekanan sebagai pemenang pekerjaan konstruksi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas PU Kabupaten Mamuju Tengah, Muh. Akhyar Arifin dalam pertemuan rencana pembangunan jembatan ganda Topoyo yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Mateng, Senin (21/10/2019).

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Mateng H. Aras Tammauni, Kadis PU Mateng, Pabung Mateng Kodim 1418/Mamuju, BPN Mateng, Kepala OPD Terkait, Camat Tobadak, Kepala Desa Topoyo dan Tobadak, Tokoh Masyarakat serta Masyarakat yang terkena dampak pembangunan jembatan.

Seperti diketahui, embangunan jembatan ganda tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp 45 milyar dari anggaran APBN.

Akhyar Arifin menuturkan, setelah pihaknya melakukan pengukuran bersama Balai Pelaksana Jalan XIII Makassar, terinfentarisir pemilik lahan yang akan dikena pelebaran pembangunan jembatan ganda Topoyo, lebar lahan yang di butuhkan adalah 11 meter dari drainase yang ada sekarang.

“Sementara panjang lahan yang dibutuhkan dari jembatan ke Utara sekitar 100 meter. Dari 100 meter ini ada 8 Kepala Keluarga yang terkena dampak. Selanjutnya dari jembatan kearah Selatan juga dibutuhkan lahan 100 meter dan ada 6 Kepala Keluarga yang terkena dampak. Sehingga jumlah keseluruhan ada 14 Kepala Keluarga yang terkena dampak,” terang Akhyar Arifin.

“Kita berharap pelaksanaan pembangunan ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan dan bisa tepat waktu,” sambungnya.

Dia sampaikan, dari hasil pengamatan dalam rangka membantu Balai Pelaksana Jalan Makassar, rata-rata pemilik lahan adalah lahan hunian yang ditempati untuk usaha jualan.

Khusus untuk wilayah Tobadak lanjutnya, ada 6 Kepala Keluarga masing-masing, Mustari, Dian, Diana, Basri, Mariana dan Abd Azis. Inilah yang rencana akan terkena dampak yang hadir dalam rapat pertemuan hari ini.

“Untuk wilayah Topoyo, Dari hasil pendekatan kami ketingkat bawah, 8 Kepala Keluarga, masing-masing atas nama, Jumri, Sunardi, Risal, Mariana, Wawan, Alwi dan Sumanta,” ujarnya.

Kalau keinginan dar Balai Pelaksana Jalan kata Akhyar, idealnya itu dari segi sisi transportasi lalu lintas, dari jembatan ke arah Utara maupun dari jembatan ke aras Selatan, idealnya itu 300 meter. Tetapi hal itu tidak tercapai karena banyaknya kendala sosial. Sehingga kebijakan Bupati Mateng dari 300 menjadi 100 meter. Seratus kearah Utara menuju Pasangkayu dan seratus ke Selatan menuju Mamuju.

“Harapanya kedepan agar pelaksanaan konstruksinya berjalan lancar, karena memamg harus dilaksanakan pembangunan, karena jembatan lama lantainya sudah terjadi penurunan. Kalau dibiarkan begitu terus, kalau putus maka akan menghambat trasfortasi. Apalagi jalur ini adalah jalur trasfortasi pantai barat, sehingga keputusanya Kementeriam PU PR Dirjen Bina Marga dilaksanakan oleh Balainya, lelang dan harus berjalan untuk mengantisifasi jembatan jika terjadi sesuatu,” ungkapnya. (Ysn Hms/wan)

Rubrik Ini Dipersembahkan Oleh Kominfo Kabupaten Mamuju Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *