Jumat , November 22 2019
Home / Daerah / Percepat Pelayanan, Disdukcapil Mateng Lakukan Reformasi Sistem Pelayanan Kependudukan

Percepat Pelayanan, Disdukcapil Mateng Lakukan Reformasi Sistem Pelayanan Kependudukan

Mateng, 8enam.com.-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), mereformasi sistem pelayanan kependudukan dengan cara memangkas sistem birokrasi yang dianggap menyulitkan warga.

Saat ini, pembuatan data kependudukan telah menggunakan aplikasi khusus yang mampu mempercepat pelayanan.

Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil (Pencapil) Disdukcapil Mateng, Akbar As’ad menuturkan, sebelumnya proses pengurusan data kependudukan membutuhkan waktu lama. Apalagi jika warga ingin mengurus dokumen lebih dari satu, tentu harus bolak-balik. Belum lagi menghadapi antrean yang tidak putus sampai sore. Tapi sekarang warga sudah bisa menyelesaikan dokumen lebih dari satu dalam sehari.

Jadi kata Akbar, sekarang warga tak perlu lagi bolak-balik. Sebab sistem yang diterapkan saat ini sudah cepat dan sangat membantu masyarakat.

“Tapi kelancaran layanan bergantung jaringan internet,” jelas Akbar As’ad.

Dia menjelaskan, pengurusan dokumen penduduk kali ini tak bisa lagi diwakili oleh siapapun. Karena berkas pemohon akan diverifikasi lalu di foto untuk ditampilkan pada layar monitor, setelah itu yang bersangkutan menunggu panggilan sesuai nomor antrean.

“Kami siapkan empat operator yang siap melayani pemohon,” jelas Akbar.

Sejak aplikasi itu digunakan lanjutnya, jumlah pemohon meningkat hingga 50 persen, namun antrean justru berkurang. Itu karena proses pelayanan lebih cepat. Pengurusan dokumen lebih dari satu tak lagi harus berpindah operator, kalau saja warga membutuhkan empat dokumen hari itu juga bisa diterbitkan semua.

“Jadi pemohon tidak harus pindah ke loket lain, cukup menunggu di satu loket,” papar Akbar.

Lebih jauh Akbar menjelaskan, aplikasi tersebut juga sangat membantu mendeteksi jumlah pemohon setiap hari, itu karena sistem yang digunakan sangat teratur. Sebelum menggunakan aplikasi itu, Disdukcapil sulit mendeteksi jumlah dokumen atau pemohon.

“Sekarang sistem itu tidak boleh mewakili pemohon. Jika terpaksa mewakili karena sesuatu hal, maka harus menggunakan surat kuasa,” tutupnya. (ML)

Rubrik Ini Dipersembahkan Oleh Kominfo Kabupaten Mamuju Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *