Kamis , April 15 2021
Home / Advetorial / Aksan : Dinas PUPR Sulbar Baru Selesaikan Pembersihan Puing-Puing Reruntuhan Rumah Warga Sebanyak 78 Unit

Aksan : Dinas PUPR Sulbar Baru Selesaikan Pembersihan Puing-Puing Reruntuhan Rumah Warga Sebanyak 78 Unit

Mamuju, 8enam.com.-Pasca gempa beberapa pekan lalu, Dinas PUPR Provinsi Sulbar mengaku baru menyelesaikan pembersihan puing-puing reruntuhan rumah warga sebanyak 78 unit di Majene dan Mamuju.

“Jadi untuk pembersihan ada beberapa yang bekerja, ada dari PU. Untuk PU disini kami bersama-sama dengan kementerian PU itu sekitar 78 unit di Mamuju 58 unit dan di Kabiraan Majene 20 unit yang kami bersihkan itu yang kami pertanggung jawabakan untuk kami,” kata Kadis PU Sulbar, Muh. Aksan saat di temui di kantornya, kamis (25/2/2021).

Kemudian kata Aksan, selain dinas PU, ada juga dari tim kementerian ESDM dan TNI yang turun melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan rumah warga yang rusak berat akibat gempa.

“Kemudian ada dari kementerian ESDM ada timnya juga, itu sekitar 91 unit rumah yang dia bersihkan dan dia robohkan. Kalau kami di dinas memang tidak merobohkan hanya membersihkan jadi rumah yang sudah roboh kami angkut puingnya bersihkan,” bebernya.

“Kalau mereka ada merobohkan sekaligus mengankat juga, di ESDM dengan TNI tapi kalau TNI saya belum punya data mungkin ada tapi di Posko jadi masing-masing punya titik kerjanaya kita tidak sama-sama,” tutur kadis PU Sulbar.

Menanggapi tudingan bahwa pembersihan reruntuhan bangunan rumah warga di kenakan biaya jutaan rupiah per unit, dengan tegas Kadis PU Sulbar katakan.

“Kalu di kami tidak ada itu. Kalau memang ada masyarakat di ambil dananya oleh oknum dinas saya silahkan melapor ke saya karena kami tidak membiarkan ada pembayaran untuk masyarakat karena itu sudah tanggung jawab kami untuk membersihkan,” bebernya.

“Jadi kalau 58 unit di Mamuju tambah 20 unit di Kabiraan Majene kami yakin tidak ada dinas PU yang mengambil, tidak ada pungutan-pungutan biaya. tidak ada itu,” beber Aksan lagi.

Dia juga mengatakan, pihaknya hanya mewajibkan membuat surat pernyataan tidak keberatan bagi warga yang hendak meminta pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan rumahnya.

“Kami hanya mewajibakan masyarakat sebelum kami angkut puing-puing bangunannya ada namanya surat pernyataan bahwa dia tidak keberatan untuk kami bersihkan puing-puing rumahnya. Karena jangan sampai di dalam rumahnya ada datanya tertimbun, ataukah ada asuransinya, jadi kami tidak akan membersihkan sebelum mereka tandatangan pernyataan bahwa bersedia di bersihkan puing-puing rumahnaya,” ungkapnya.

“Jadi pernyataan warga yang di bersihkan rumahnya ada semua sama kami, hanya itu tidak ada pengsyaratan lain yang di bebankan seperti biaya-biaya pembersihan. Kalau ada oknum pegawai PU minta biaya pembersihan rumah warga laporkan ke saya, saya pecat,” tegas Aksan. (edo)

Advetorial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *