Mateng, 8enam.com.-Ancaman cuaca ekstrem El-Nino dan musim kemarau panjang yang mulai membayangi kawasan Sulawesi Barat tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dampaknya yang berpotensi memicu krisis air bersih, gagal panen, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah.
Menanggapi situasi ini, Bupati Mamuju Tengah, DR. H. Arsal Atas menegaskan bahwa penanganan El-Nino tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi masif dari seluruh lapisan elemen masyarakat.
Lantas, imbauan krusial apa saja yang wajib dipatuhi warga demi meminimalisir dampak kemarau panjang ini?
Kolaborasi dan Aksi Nyata Hadapi Musim Kemarau
Dalam keterangannya, Arsal menyerukan pesan persatuan agar seluruh pemangku kepentingan dan warga Bumi Lalla’ Tassisara’ bahu-membahu menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
Langkah terintegrasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama agar dampak buruk kekeringan dapat ditekan semaksimal mungkin.
”Menghadapi El-Nino tidak bisa dipandang sebelah mata. Kolaborasi seluruh pihak diperlukan untuk mendukung penanganan yang komprehensif dan masif agar dampaknya dapat dikurangi,” ungkap Arsal.
Catat! Tiga Pesan Penting Buat Seluruh Warga Mateng
Guna mencegah terjadinya bencana sekunder seperti kebakaran pemukiman maupun lahan, pemerintah merinci beberapa poin imbauan yang patut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
Stop Bakar Sampah & Lahan: Warga dilarang keras membakar sampah tanpa pengawasan ekstra, serta dihentikannya praktik pembersihan lahan (land clearing) dengan cara dibakar.
Bijak Gunakan Air Bersih: Mengingat pasokan air yang mulai menyusut di beberapa titik, warga diimbau untuk menghemat dan menggunakan air seefisien mungkin.
Jaga Kondisi Kesehatan: Cuaca terik yang menyengat rentan memicu berbagai penyakit, sehingga masyarakat diminta tetap menjaga imunitas dan hidrasi tubuh.
Dengan kesadaran bersama dan semangat gotong royong, Pemkab Mamuju Tengah optimis daerahnya mampu melewati tantangan musim kemarau panjang ini dengan aman dan kondusif.
Editor : Ammar







