Example 300250
DaerahKesehatanMamuju

Pernah Runtuh Rata dengan Tanah, Suhardi Duka Siapkan Megaproyek Baru untuk RS Mitra Manakarra di 2027!

×

Pernah Runtuh Rata dengan Tanah, Suhardi Duka Siapkan Megaproyek Baru untuk RS Mitra Manakarra di 2027!

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Kenangan kelam gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 6,2 yang meluluhlantakkan Mamuju pada Januari 2021 silam kembali mengemuka. Namun, alih-alih meratap, momentum syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Rumah Sakit Mitra Manakarra justru menjadi panggung deklarasi kebangkitan yang mencengangkan pada Kamis (9/7/2026).

​Hadir langsung di tengah jajaran manajemen dan tenaga medis di Jalan Pongtiku, Gubernur Sulawesi Barat sekaligus pendiri (owner) RS Mitra Manakarra, Suhardi Duka (SDK), membongkar sejarah pahit saat bisnis kesehatannya itu runtuh total hingga habis tak tersisa. Berkat manajemen yang solid, rumah sakit swasta tersebut kini tidak hanya sehat secara finansial, melainkan siap menggebrak lewat megaproyek ekspansi baru pada tahun 2027.

​Lolos dari Lubang Jarum: Utang Kredit Lunas, Arus Kas Membaik

​SDK membeberkan bahwa kondisi internal rumah sakit kini telah melewati masa-masa kritis. Beban kredit sisa pembangunan pascagempa dilaporkan mulai menipis dan pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan Cabang Mamuju mengalir jauh lebih lancar dibandingkan tahun-tahun kelam sebelumnya.

​Cetak biru ekspansi raksasa yang dijadwalkan meluncur pada 2027 meliputi:

Pemberhentian Beban Kredit: Tahun 2027 diplot sebagai masa merdeka finansial di mana seluruh kewajiban utang perbankan rumah sakit selesai total.

Pembangunan Gedung Baru: Manajemen langsung tancap gas mendirikan gedung baru bertingkat di area lahan bagian belakang.

Klaster Layanan Unggulan: Memasang peralatan medis tercanggih untuk satu spesialisasi khusus, memposisikan RS Mitra Manakarra sebagai pusat rujukan utama di Sulbar.

​”Perjalanan Rumah Sakit Mitra ini tidak mudah di tengah persaingan yang begitu ketat. Bahkan kita pernah runtuh, habis, kembali. Namun rumah sakit ini mampu bangkit lagi! Begitu kredit selesai tahun 2027, kita akan membangun lagi gedung baru untuk layanan unggulan,” tegas Suhardi Duka.

 

​Warning Penghapusan Sistem Kelas: Kompetensi Jadi Senjata Utama

​Kabar rencana ekspansi ini disambut penuh taktik oleh Ketua Komite Medik RS Mitra Manakarra, dr. Yusran Antonius. Ia mengingatkan jajaran dokter dan nakes bahwa peta persaingan medis nasional telah berubah total secara ekstrem.

​Regulasi baru memaksa sistem rujukan tidak lagi melihat kasta atau tingkatan kelas rumah sakit (Kelas A, B, atau C), melainkan murni berdasarkan kompetensi dan kecanggihan alat yang dimiliki.

​Tantangan ganda yang wajib dihadapi RS Mitra Manakarra menjelang 2027:

Perburuan Layanan Kunci: Para dokter ditantang merumuskan jenis layanan medis langka yang memiliki daya saing tinggi agar rumah sakit jejaring terpaksa merujuk pasien ke sana.

Pertarungan Akreditasi Paripurna: Masa berlaku akreditasi akan habis pada 2027, memaksa seluruh tim mengulang kebersamaan tahun 2023 demi mempertahankan predikat tertinggi.

​Sinyal Hijau Kenaikan Gaji Di atas ASN

​Sebagai pemilik, SDK tidak lupa melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada para karyawan yang tetap setia bertahan memungut puing-puing bangunan saat gempa melanda. Ia secara khusus memerintahkan jajaran direksi untuk menaikkan upah karyawan seiring membaiknya omzet rumah sakit.

​Bahkan saat ini, sebagian penghasilan pegawai tetap di RS Mitra Manakarra diklaim sudah setara, bahkan melampaui standar gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), lengkap dengan jaminan hari tua dan perlindungan kesehatan total. (Rls)

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *