Example 300250
DaerahMamuju

Kendalikan Inflasi Berbasis Data, Dinas Pangan Sulbar Integrasikan Dashboard Pangan ke SAPEDA 2.0

×

Kendalikan Inflasi Berbasis Data, Dinas Pangan Sulbar Integrasikan Dashboard Pangan ke SAPEDA 2.0

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat terus mematangkan langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pokok. Sebagai wujud nyata digitalisasi tata kelola pangan, Dinas Pangan Sulbar resmi mengintegrasikan dashboard pangan ke dalam aplikasi Sistem Informasi Pengendalian Inflasi Daerah (SAPEDA) 2.0.

​Komitmen ini dipertajam dalam Rapat Teknis Pengembangan Aplikasi SAPEDA 2.0 yang digelar di Ruang Rapat Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Sulbar, Senin (18/05/2026). Langkah akselerasi ini merupakan bagian dari visi besar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), untuk menghadirkan pemerintahan yang data-driven (berbasis data) demi memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Sistem Pengendalian Inflasi Lebih Responsif

​Integrasi data pangan ke dalam platform SAPEDA 2.0 dirancang untuk memperkuat akurasi instrumen Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulbar. Dengan sistem yang saling terhubung, pergerakan pasokan dan dinamika harga pangan di enam kabupaten dapat dipantau secara real-time, membuat intervensi pasar menjadi lebih cepat dan responsif.

​Kepala Dinas Pangan Daerah Sulbar, Suyuti Marzuki, menjelaskan bahwa validitas data sektoral adalah kunci utama agar kebijakan stimulus ekonomi atau operasi pasar tidak meleset dari target.

​”Pengembangan SAPEDA ini sangat krusial untuk menghadirkan data pangan yang akurat, cepat, dan terpercaya. Melalui integrasi ini, formulasi kebijakan pengendalian inflasi daerah dapat disusun secara lebih tepat sasaran dan terukur,” terang Suyuti.

Menjaga Daya Beli Masyarakat

​Selain menyajikan angka, integrasi dashboard ini juga berfungsi sebagai ruang koordinasi digital antar-instansi teknis di Sulawesi Barat. Dengan peta pasokan yang transparan, potensi kelangkaan komoditas di satu wilayah dapat diantisipasi lebih awal melalui distribusi logistik yang merata.

​”Kita berharap sistem ini mampu mendukung langkah-langkah strategis TPID dalam mengendalikan laju inflasi daerah secara berkelanjutan, yang pada akhirnya bermuara pada terjaganya daya beli masyarakat dan kokohnya ketahanan pangan di Sulawesi Barat,” pungkas Suyuti.

​Melalui lompatan teknologi SAPEDA 2.0 ini, Pemprov Sulbar optimistis dapat membangun benteng ekonomi daerah yang lebih stabil dan sejahtera dari hulu hingga ke hilir.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *