Example 300250
DaerahMamuju

Sinergi Selat Makassar : Sulbar Pasok Surplus 75 Ribu Ton Beras ke Kaltim, Rancang Kapal Cepat untuk Pangkas Logistik

×

Sinergi Selat Makassar : Sulbar Pasok Surplus 75 Ribu Ton Beras ke Kaltim, Rancang Kapal Cepat untuk Pangkas Logistik

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Hubungan dagang antara Sulawesi Barat dan Kalimantan Timur memasuki babak baru yang lebih strategis. Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menerima kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar untuk membahas kerja sama Government to Government (G to G) di sektor pangan dan transportasi laut, Sabtu (28/3/2026).

​Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi kedua daerah untuk saling melengkapi: Sulbar sebagai lumbung pangan dan Kaltim sebagai pusat energi serta pasar potensial.

Solusi Surplus Beras 75 Ribu Ton

​Gubernur SDK mengungkapkan bahwa Sulawesi Barat saat ini mengalami surplus beras hingga 75.000 ton per tahun. Selama ini, distribusi ke Kalimantan masih didominasi oleh perdagangan antar-pedagang (P to P). Ke depan, SDK mendorong peran BUMD masing-masing daerah agar distribusi lebih efisien dan terukur.

​“Kami surplus pangan kurang lebih 75.000 ton dan banyak yang lari ke Kalimantan. Jika ini dikelola secara G to G atau melalui BUMD, manfaatnya akan lebih besar dan efisien bagi hubungan Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat,” ujar Gubernur SDK.

​Selain beras, Sulbar juga memproyeksikan surplus di sektor peternakan, khususnya kambing dan sapi, dalam satu hingga dua tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan protein di Kaltim.

Kapal Cepat: Jembatan Penyeberangan 5 Jam

​Menanggapi defisit beras Kaltim yang mencapai 55 persen, Gubernur Rudy Mas’ud menawarkan solusi revolusioner berupa pengadaan kapal cepat dengan kecepatan 25-30 knot. Kapal ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh lintas selat menjadi hanya 4 hingga 5 jam.

​“Jarak kita hanya dipisahkan oleh selat. Dengan kapal cepat, mobilisasi orang, barang, dan jasa bisa lebih singkat. Kami membahas kemungkinan subsidi bersama antara Pemprov Kaltim dan Sulbar agar biaya logistik lebih murah, sehingga Kaltim bisa mengirim energi ke sini, dan Sulbar mengirim bahan pangan ke sana,” jelas Rudy Mas’ud.

Sinergi Tanpa Sekat: Energi dan Pangan

​Kerja sama ini dirancang dalam ekosistem yang saling menguntungkan (win-win solution). Selain komoditas pangan seperti beras, ayam petelur, dan ternak, Kaltim juga melirik suplai material bangunan dari Sulbar. Sebaliknya, Kaltim siap menyokong kebutuhan energi bagi pembangunan di Sulawesi Barat.

​Pertemuan yang turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Zulfikar Suhardi, dan Sekda Sulbar, Junda Maulana, ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama teknis. Langkah ini dipandang sebagai lompatan besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi kawasan tengah Indonesia. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *