Mamuju, 8enam.com.-Sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja UPTD Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, turun langsung meninjau fasilitas Labkesmas di Jalan Martadinata, Mamuju, Kamis (26/3/2026).
Kunjungan strategis ini bertujuan memetakan potensi layanan laboratorium yang dapat diakselerasi guna meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa mengurangi kualitas pelayanan sosial kepada masyarakat.
Labkesmas sebagai Motor Penggerak Ekonomi Kesehatan
dr. Nursyamsi menekankan bahwa Labkesmas memiliki posisi ganda yang strategis. Di satu sisi sebagai garda terdepan perlindungan kesehatan masyarakat (promotif-preventif), di sisi lain memiliki peluang besar sebagai sumber pendapatan daerah melalui berbagai jasa pemeriksaan laboratorium yang profesional.
“Kami menindaklanjuti arahan Bapak Gubernur untuk memastikan seluruh potensi layanan di Labkesmas dimanfaatkan secara maksimal. Penguatan ini tidak boleh setengah-setengah; mutu layanan harus berjalan seiring dengan tata kelola yang profesional agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan berdampak positif bagi keuangan daerah,” ujar dr. Nursyamsi.
Evaluasi Kualitas dan Kapasitas Layanan
Dalam evaluasi tersebut, beberapa poin utama yang menjadi sorotan meliputi:
- Kualitas Layanan: Standarisasi prosedur pemeriksaan untuk akurasi hasil medik.
- Kapasitas Pemeriksaan: Optimalisasi jumlah sampel yang dapat ditangani per hari.
- Sarana & Prasarana: Pemeliharaan alat canggih agar tetap siap pakai (ready-to-use).
- Inovasi Layanan: Pengembangan jenis tes baru yang dibutuhkan pasar dan industri.
Inovasi Terintegrasi untuk Daya Saing Daerah
DKPPKB Sulbar kini mulai mendorong pengembangan layanan yang lebih inovatif dan terintegrasi. Langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan pemeriksaan kesehatan yang semakin kompleks, sekaligus meningkatkan daya saing fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Melalui transformasi ini, Labkesmas Sulawesi Barat diharapkan tidak hanya menjadi pusat surveilans penyakit, tetapi juga bertransformasi menjadi unit kerja yang mandiri secara finansial dan akuntabel, mendukung visi besar Sulbar Maju dan Sejahtera. (Rls)







