Example 300250
DaerahMamuju

Perkuat Benteng Kesehatan Daerah, Pemprov Sulbar Siapkan Laboratorium BSL-2 Plus untuk Deteksi Dini Penyakit

×

Perkuat Benteng Kesehatan Daerah, Pemprov Sulbar Siapkan Laboratorium BSL-2 Plus untuk Deteksi Dini Penyakit

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) melakukan langkah besar dalam memperkuat sistem ketahanan kesehatan. Sebuah Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dengan standar Biosafety Level 2 (BSL-2) Plus kini tengah disiapkan sebagai pusat deteksi dini penyakit menular di Tanah Malaqbi, Kamis (26/3/2026).

​Langkah strategis ini merupakan bagian dari visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui akses layanan kesehatan yang canggih dan responsif.

Pemantauan Langsung dan Optimalisasi PAD

​Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, melakukan peninjauan langsung ke fasilitas Labkesmas guna memastikan kesiapan infrastruktur laboratorium tersebut. Selain fungsi sosial, pengembangan fasilitas ini juga diproyeksikan mampu berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui layanan skrining kesehatan bagi masyarakat umum.

​“Penguatan laboratorium adalah pilar utama dalam upaya preventif. Dengan standar BSL-2 Plus, deteksi dini terhadap agen penyakit berisiko sedang dapat dilakukan lebih cepat dan akurat, sehingga penanganan medis tidak lagi terlambat,” ujar dr. Nursyamsi.

Kapasitas PCR dan Keamanan Hayati Tinggi

​Laboratorium BSL-2 Plus ini dirancang khusus untuk menangani berbagai pemeriksaan berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan protokol keamanan hayati yang ketat. Fasilitas ini akan menjadi ujung tombak surveilans dalam mendeteksi potensi wabah baru, seperti flu burung maupun virus menular lainnya.

​Transformasi ini juga selaras dengan kebijakan Kementerian Kesehatan RI yang menekankan penguatan laboratorium secara berjenjang. “Ke depan, sistem ini harus terhubung mulai dari Puskesmas hingga tingkat provinsi. Kita harus menghilangkan ego sektoral demi kepentingan kesehatan masyarakat luas,” tegasnya.

Layanan Berbasis Siklus Hidup

​Nantinya, Labkesmas Sulbar akan mengintegrasikan layanannya berdasarkan siklus hidup manusia, mencakup:

  • Ibu Hamil & Anak: Deteksi dini kelainan dan penyakit sejak dini.
  • Usia Produktif: Skrining kesehatan kerja dan penyakit menular.
  • Lansia: Pemantauan kondisi kesehatan berkelanjutan.

​Melalui pengembangan Labkesmas BSL-2 Plus ini, Pemprov Sulbar optimistis dapat menciptakan sistem peringatan dini yang tangguh, sekaligus memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas dan merata menuju masyarakat yang lebih sejahtera. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *