Minggu , Januari 16 2022
Home / Daerah / Wajib Cakap Digital untuk Menjadi Pendidik Generasi Alpha

Wajib Cakap Digital untuk Menjadi Pendidik Generasi Alpha

Majene, 8enam.com.-Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” kali ini diselenggarakan di Majene, Sulawesi Barat (4/12/2021) dengan tema “Cerdaskan Bangsa dengan Konten Pendidikan”.

Program Literasi Digital ini digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Dosen STIE Widya Darma Kotamobagu, Nur Rezkowati; Host & Kreator Konten, Anastasya Lensun; CEO & Founder Rumah Karawo, Agus Lahinta; serta Founder Tentangpuan.com, Neno Karlina Paputungan. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Communication Specialist, Jihan. Kegiatan yang kembali diadakan untuk daerah Majene ini diikuti oleh 963 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Nur Rezkowati mengawali sesi pemaparan dengan membawakan tema “Kemampuan Literasi Digital yang Wajib Dimiliki Guru Generasi Alpha”. Menurut dia, generasi Alpha menyukai pembelajaran berbasis teknologi digital dan virtual berfokus keterampilan.

“Oleh sebab itu, guru generasi Alpha harus menguasai teknologi, mampu mendesain serta menguasai model pembelajaran,” pesan dia.

Pembicara kedua adalah Neno Karlina Paputungan yang menyampaikan materi berjudul “Etika Menghargai Karya atau Konten Orang Lain di Media Sosial”. Dia mengatakan, menghargai konten di media sosial dilakukan dengan cara memberikan saran dan kritik konstruktif.

“Sebagai pengguna media sosial jika tidak menyukai karya orang lain, lebih baik diam,” tandasnya.

Selanjutnya, Anastasya Lensun membawakan tema tentang “Mengenalkan Budaya Indonesia Melalui Literasi Digital”. Menurut dia, banyak generasi milenial malas mempelajari budaya Indonesia karena cara yang digunakan tidak mengena.

“Selain itu, ada juga pengaruh dari terpaan budaya asing yang masuk dengan cepat sekali melalui dunia digital,” kata dia.

Adapun Agus Lahinta, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Keamanan Internet untuk Anak”. Dia mengatakan, anak yang kecanduan internet biasanya tidak tertarik untuk melakukan aktivitas menarik di dunia nyata.

“Cara untuk menghindarkan anak dari dampak negatif internet adalah batasi waktu penggunaan internet, menjalin hubungan lebih baik dengan anak, dan menempatkan gawai hanya di ruang keluarga,” urainya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Para peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Dalam kesempatan tersebut, panitia memberikan apresiasi berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 kepada 10 penanya terpilih.

Bagaimana seharusnya konten yang mendidik itu?” tanya Himanturom, salah peserta dari kegiatan Literasi Digital, Himanturom. Neno Karlina Paputungan mengatakan, konten edukatif sangat penting karena generasi Alpha juga belajar melalui konten pendidikan.

“Untuk menyikapi suatu konten, kembali pada diri sendiri. Jika tidak bermanfaat, tidak perlu ditiru. Mari membuat konten edukatif,” ajaknya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *