Senin , Juni 21 2021
Home / Opini / SOSIALISASI PILKADA MATENG YANG “REDUP”

SOSIALISASI PILKADA MATENG YANG “REDUP”

OPINI.-Pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah adalah merupakan cerminan Daerah untuk 5 (lima) tahun mendatang. Dan tentunya sudah semestinya kita untuk saling mengingatkan tentang hak dan kewajiban kita sebagai masyarakat untuk terlibat dalam hal pesta demokrasi.

Tinggal 34 hari menuju Pilkada Mamuju Tengah.

Suara-suara bingar terdengar jelas di telinga tentang pertanyaan “KEHENINGAN” pilkada Mamuju tengah dan seakan-akan ingin mengatakan “ADA PESTA RAKYAT, TETAPI KOK SUNYI”.

Progres sosialisasi tentang pilkada Mamuju Tengah dengan menggunakan Alat Peraga Kampanye (APK) sampai hari ini belum juga terlihat jelas dan seakan “redup” di masyarakat, baik dalam ruang perkotaan lebih-lebib di pelosok Desa.
Semestinya, pelaksanaan sosialisai dari pihak penyelenggara pemilu harusnya gencar melalukan sosialisasi kepada masyarakat mamuju tengah baik melalui media sosial, elektronik maupun sosialisasi lansung.

Pelaksaan pesta demokrasi itu semestinya di sambut dengan “Riang Gembira”, bukan di sambut dengan keheningan seperti ini. Karena pada dasarnya, salah satu tolak ukur Keberhasilan ataupun suksesnya Pemilu itu juga di lihat dari tingginya tingkat partisipasi pemilih.

Potensi kurangnya PARTISIPASI PEMILIH pada pilkada tahun 2020 ini khususnya di Mamuju Tengah itu sangat besar. Hal ini berdasar pada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati hanya satu (tunggal) dan ditambah lagi sosialisasi yang saya anggap masih sangat kurang.

Tinggal 34 hari menuju Pilkada Mamuju Tengah.

Nalar rasa penasaran dan penuh pertanyaan pun muncul dalam benak…!!

Kalau sampai hari ini hingga detik-detik jelang pemungutan suara pilkada Mamuju Tengah 9 Desember 2020 tidak terlihat (aktif dan sistematis). Maka ada 3 (tiga) hal kemungkinan asumsi maupun presfektif yg akan timbul ketika “TINGKAT PARTISIPASI TINGGI” di batang tubuh penyelenggara Pemilu nnti :

√ pertama adalah tingginya pertisipasi pemilih karena atas dasar kesadaran masyarakat tentang hak memilih.

√ Kedua adalah tingginya rasa cinta masyarakat kepada calon tunggal (H. M. Aras, T dan Drs. Muh. Amin Jasa)

√ ketiga adalah ada suatu pergerakan yang mungkin massif di batang tubuh penyelenggara pemilu.

#Gerakan_Ayo_Ke_TPS
#Pilkada_9_Desember_2020

topoyo, 5 November 2020

ILHAM KRIBO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *