Example 300250
DaerahMamuju

Sinyal Bahaya ‘Isi Dompet’ Sulbar! Dua Sektor Pajak Ini Seret Parah, Ada Apa?

×

Sinyal Bahaya ‘Isi Dompet’ Sulbar! Dua Sektor Pajak Ini Seret Parah, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mendadak membunyikan alarm waspada terkait kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, memasuki pertengahan tahun, ada dua sektor pajak strategis yang realisasinya justru jalan di tempat alias seret parah.

​Fakta mengejutkan ini dikupas habis dalam Rapat Rekonsiliasi dan Sinkronisasi Data Penerimaan Pajak Daerah Periode April–Juni (Triwulan II) Tahun 2026 yang digelar secara virtual, Senin (6/7/2026).

​Rapat evaluasi maraton yang diikuti oleh seluruh UPTD Pelayanan Pajak se-Sulbar ini mengungkap angka realisasi yang cukup memprihatinkan:

  • Pajak Air Permukaan (PAP): Baru menyentuh angka 3,82 persen.
  • Pajak Alat Berat (PAB): Tertahan di angka 7,40 persen.

​Padahal, kedua sektor ini digadang-gadang menjadi tumpuan penting untuk mendongkrak kemandirian fiskal daerah.

Bapenda Bongkar Akar Masalah di Lapangan

​Rendahnya angka pencapaian tersebut langsung menjadi rapor merah yang dibedah secara menyeluruh oleh tim Bapenda Sulbar. Rapat yang dipimpin oleh Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah, Gaffar, bersama Kabid Perencanaan Pendapatan dan Teknologi Informasi, Muh. Saleh, meminta setiap kepala UPTD buka-bukaan soal hambatan di lapangan.

​Ada beberapa titik krusial yang diidentifikasi menjadi biang kerok seretnya setoran pajak, di antaranya:

  1. ​Rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak (perusahaan/pemilik objek pajak).
  2. ​Lemahnya validasi data objek pajak di lapangan.
  3. ​Kurang kuatnya koordinasi lintas instansi sehingga banyak potensi pajak yang lolos atau “hilang”.

Kepala Bapenda Tegaskan: Ini Tidak Biasa, Berburu Harus Lebih Agresif!

​Melihat kondisi ini, Kepala Bapenda Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Wahab Hasan Sulur, langsung mengambil sikap tegas. Ia mewanti-wanti seluruh jajarannya agar tidak santai menghadapi semester kedua tahun 2026.

​”Evaluasi ini harus menghasilkan langkah nyata. Seluruh UPTD harus mampu memetakan persoalan di lapangan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap potensi pajak dapat dioptimalkan demi meningkatkan pendapatan daerah. Ini tidak boleh dianggap kondisi biasa!” tegas Abdul Wahab.

​Langkah cepat dan radikal ini sengaja dipacu demi mengamankan visi besar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, serta meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

​Meskipun rapor triwulan kedua ini cukup merah, Bapenda Sulbar mengaku tetap optimistis. Bermodalkan strategi pembaruan data perpajakan yang lebih valid, aksi kejar bola (penagihan), serta pengawasan ketat terhadap wajib pajak “nakal”, mereka yakin target pendapatan dari PAP dan PAB akan melonjak drastis di akhir tahun nanti.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *