Minggu , Desember 5 2021
Home / Bolsel / Selain Menjadi Pendapatan Desa Dudepo, Wisata Hutan Mangrove Juga Meningkatkan Perekonomian Warga

Selain Menjadi Pendapatan Desa Dudepo, Wisata Hutan Mangrove Juga Meningkatkan Perekonomian Warga

Bolsel, 8enam.com.-Pasca diresmikannya Wisata hutan mangrove Desa Dudepo beberapa waktu lalu, wisata ini memjadi salah satu ekowisata yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Hal hasil, wisata hutan mangrove ini selalu dipadati oleh wisatawan baik lokal maupun wisatawan dari luar Desa Dudepo, terutama setiap hari Sabtu dan Minggu.

Dengan udara yang masih alami, pemandangan yang masih asri dengan deretan hutan mangrove yang tertata rapi, Kawasan wisata hutan mangrove Desa Dudepo ini menjadi salah satu tujuan wisata bersama keluarga diakhir pekan.

Wisata hutan mangrove yang memiliki jembatan dengan panjang sekitar 250 meter membentuk huruf T dan di lengkapi satu gasebo (pondok besar) pada posisi tengah jembatan, membuat para pengunjung yang datang merasa puas untuk menikmati keindahan alam sembari melihat secara langsung aktifitas para nelayan mancing di laut luas.

Kades Dudepo, Rizal Hamzah

Kades Dudepo, Rizal Hamzah menuturkan, sejak diresmikan beberapa waktu lalu tepatnya pada peringatan hari pahlawan 10 November 2019, wisata hutan mangrove Desa Dudepo ini sudah di buka setiap hari, dengan tiket masuk Rp 5000 per orang.

“Setiap hari Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung di wisata hutan mangrove yang baru beberapa minggu di resmikan makin ramai, dari hasil pantawan pemerintah desa Dudepo bahwa pengunjung yang datang di wisata ini bukan cuman masyarakat di daerah ini (Bolsel), akan tetapi banyak banyak pengunjung yang datang di wisata ini dari luar daerah seperti dari Kotamobagu dan Dumoga,” ungkap Rizal Hamzah saat di konfirmasi, Senin (18/11/2019).

Ia juga menambahkan bahwa manfaat dari wisata ini bukan hanya menjadi salah satu Pendapatan Desa, tapi juga pendapatan masyarakat.

“Melihat makin hari makin bertambah pengunjung wisata hutan mangrove di desa ini, masyarakat Desa Dudepo harus jeli dan kreativ memanfaatkan peluang ini, jangan sampai kita masyarakat yang tuan rumah malah jadi penonton,” tuturnya.

Rizal Hamzah berharap kepada masyarakat agar menjaga keamanan wisata hutan mangrove, karna pemerintah desa akan berusaha kedepannya, Desa Dudepo ini menjadi desa wisata dan menjadi desa percontohan untuk desa yang ada di Bolsel.

Kepada pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dia juga berharap agar bisa melirik wisata hutan mangrove Desa Dudepo yang masi banyak kekurangan terutama pasilitas pendukung wisata ini. (2M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *