Kamis , Januari 28 2021
Home / Daerah / RDP DPRD Mamuju Ricuh, Ini Pemicunya

RDP DPRD Mamuju Ricuh, Ini Pemicunya

Mamuju, 8enam.com.-Ketua komisi III DPRD Mamuju Masramjaya beberkan beberapa pemicu kericuhan RDP yang dilaksanakan oleh pimpinan DPRD Mamuju terkait pembahasan pelaksanaan pilkades serentak 2021.

“Yang pemicunya saya kira adalah oleh saudara Mervie tadi dia keluar dari substansi rapat,” kata Masramjaya kepada media ini, Rabu (13/1/2020).

Masramjaya menjelaskan oleh saudara mervie menyinggung soal pilkada menghubungkan proses pilkades dengan pilkada yang pada dasarnya diluar dari konteks materi rapat.

“Menghubungkan proses Pilkades ini dengan pilkada yang mengatakan bahwa seola-olah ada upaya-upaya untuk menunda tahapan pilkades ini nanti setelah ibu Sutinah di lantik dan itu tidak masalah karena menurut pendapatnya dia,” beber Masramjaya menirukan perkataan Mervie dalam forum RDP.

Masram mengakui jika mervie hanya menghubungkan proses pilkades dengan pilkada pihaknya masi bisa terimah bahwa itu adalah dinamika pendapat dalam forum.

“Kalau itu kami masi terimah Iya, ok.,! karena mungkin itu pendapatnya mereka kan, yang kami sempat agak tidak terima itu sudah menjinggung soal nama Ibu Sutinah. Tadi dia bilang, Saya tahu kalian tunggu Ibu Sutinah di lantik, ibu Sutinah itu sudah menghabiskan uang untuk pilkada yang biar sampai ratusan tahun jadi bupati tidak akan kembali itu uang,” sebut Mervie dalam rapat RDP yang ditirukan Masram

“Itu bahasanya kan sudah keluar dari substansi materi rapat kita, sehingga menurut saya itu kami tidak bisa biarkan karena itu konteks rapat jauh. Apa hubungannya soal uangnya Ibu Sutinah yang di pakai. Memangnya uangmu kan begitu. Uangnya ibu Sutinah di pakai untuk pilkada hubungannya dengan agenda rapat tadi kan tidak ada. Jadi menurut saya mungkin saudara mervie ini emosional lah. Emosional menyikapi soal dinamika rapat terkait proses tahapan pilkades,” ungkapnya.

Selain itu politisi senior ini juga mengatakan, pemicu berikutnya penyebab ricuhnya RDP yang dilaksanakan pimpinan DPRD pada rabu siang tadi adalah sikap premanisme yang di pertontonkan Mervie di dalam forum terhormat yang tidak selayaknya di pertontonkan oleh seorang wakil rakyat.

“Ada bahasa bahwa, “Saya meski sendiri saya tidak ada takuti,” kata Mervie yang di beberkan Masram.

“DPR kok bahasanya begitu bahwa tidak ada saya takuti biar siapa, biar saya sendiri disini, itu bahasa mervie. Memangnya kita ini mau bagaimana. Kita kan mau bicara soal aturan musalnya soal aturan tahapan pilkades ini karena kemarin sudah jelas, ada pendapatnya inspektorat, Asisten I, keuangan dan beberapa OPD terkait dan sudah bersepakat penundaan pilkades jadi untuk apa RDP kembali,” cetus Masramjaya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *