Sabtu , Agustus 15 2020
Home / Daerah / Polemik Sengketa Tapal Batas Desa, Bupati : Percayakan Kepada Pihak Yang Berwenang

Polemik Sengketa Tapal Batas Desa, Bupati : Percayakan Kepada Pihak Yang Berwenang

Mateng, 8enam.com.-Polemik tapal batas antara Desa Polo Lereng dengan Desa Polo Camba Kecamatan Pangale hingga merembet ke sengketa lahan hingga kini belum menemui titik terang.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Mamuju Tengah, H. Aras Tammauni melakukan tatap muka dengan masyarakat dan tokoh masyarakat kedua desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Mateng, AKBP Muh. Zakiy, anggota DPRD Mateng, Fatahuddin Al Gafiqhi, Asisten I bagian pemerintahan Anwar Nasir, Kabag Ops Polres Mamuju Tengah, Kompol Daud TB, Pabung TNI Kodim 1418 Mamuju, Mayor Inf. Sahabuddin, Danramil Budong-budong, Kapten inf Muchtar, Kadis Trantib dan Damkar, H. Muh. Samsir, Camat Pangale Abd. Muin, Kepala BPN Mamuju Tengah, Kapolsubsektor Pangale, Babinkamtibmas Polpos Pangale, Bhabinsa, mantan KUPT Desa polo lereng, H. Ansar Usman, mantan KUPT Desa polo Camba, Sarifuddin Asaad.

Bupati sampaikan, Desa Polo Lereng dengan Desa Polo Camba dari dulu sampai sekarang masih bermasalah. Dia juga sampaikan bahwa Mamuju Tengah ini adalah mayoritas masyarakatnya adalah eks transmigrasi. Dan kalau sudah ber KTP Mamuju Tengah itu sudah menjadi penduduk Mamuju Tengah, tidak adalagi bahasa bukan penduduk asli Mamuju Tengah.

“Olehnya itu, hari ini kami turunkan BPN bersama TNI-Polri untuk menyelesaikan persoalan ini. Karena persoalan ini dari sejak masih bergabung dengan Mamuju induk sampai sekarang belum selesai,” ujarnya.

Dia juga berharap kepada BPN yang akan melalukan pengukuran, jika benar tolong dibenarkan dan jika salah tolong disalahkan.

“Jadi BPN turun untuk menyelesaikan, mana sertifikat duluan dan mana sertifikat yang belakangan. Saya tidak mau ada kontak pisik, saya mau persoalan ini harus selesai,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kapolres Mamuju Tengah AKBP Muhammad Zakiy, dia meminta agar kedua belah pihak dapat menahan diri dan mempercayakan pihak berwenang menyelesaikan masalah ini.

“Dan juga masaalah ini agar dipercayakan ditangani oleh Pemerintah Kabupaten, dan kami dari pihak keamanan akan tetap memonitor penyelesaian masalah ini,” ucapnya. (one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *