Selasa , Juli 16 2024
Home / Daerah / Perkuat Sinergitas Untuk Mengantisipasi Inflasi Jelang Idul Adha

Perkuat Sinergitas Untuk Mengantisipasi Inflasi Jelang Idul Adha

Mamuju, 8enam.com.-Untuk mengantisipasi inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1444 H/ 2023 M, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulbar menggelar rapat koordinasi di Rujab Sekprov Sulbar, Kamis (22/6/2023).

Rakor tersebut dipimpin Ketua TPID Sulbar, Muhammad Idris dan dihadiri Kepala Perwakilan BI Sulbar Gunawan Purbowo bersama jajaran, anggota TPID provinsi dan kabupaten serta perwakilan BMKG.

Idris menekankan pentingnya kebersamaan dalam upaya pengendalian inflasi menjelang HBKN Idul Adha. Olehnya itu, Ia meminta TPID bersama pihak yang terlibat didalamnya dapat mengantisipasi hal-hal yang dianggap sebagai penyebab terjadinya inflasi.

“Dengan kebersamaan, tentunya akan bisa mencapai hasil maksimum. Sinergi antar TPID se-Sulbar dengan instansi terkait yang sudah terbangun selama ini harus diperkuat,” kata Idris.

Idris berharap, dalam pertemuan itu seluruh peserta rakor bisa lebih produktif untuk mendiskusikan berbagai hal, dalam upaya pengendalian inflasi menjelang HBKN Idul Adha, termasuk target-target TPID yang ingin dicapai kedepan, seperti mendapatkan TPID Award.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulbar, Gunawan Purbowo mengatakan, risiko inflasi menjelang Idul Adha kemungkinan terjadi. Itu disebabkan beberapa hal seperti, adanya hari libur panjang yang karakteristiknya hampir sama Idul Fitri, walaupun tidak sebesar di hari raya tersebut.

“Kebijakan pemerintah terkait cuti bersama pada 28 Juni dan 30 Juni saat Idul Adha, secara langsung berdampak pada peningkatan permintaan masyarakat terhadap tiket pesawat dan bus untuk melakukan perjalanan ke daerah asal,” kata Gunawan

Hal lain, bencana tanah longsor sepanjang 100 meter yang menutup badan jalan akibat hujan deras secara efektif menutup akses antara Mamuju dan Majene. Hal tersebut membuat jalur distribusi utama provinsi menjadi terhambat dan berpotensi meningkatkan biaya logistik.

Selain itu, kondisi cuaca yang ekstrem dan gelombang laut yang tinggi membuat frekuensi melaut para nelayan menjadi berkurang. Hal ini menyebabkan stok pasokan aneka ikan segar menjadi terbatas dan kenaikan harga mulai terlihat di pasar.

Gunawan menyampaikan, terdapat beberapa rekomendasi pengendalian inflasi Sulbar kedepan diantaranya yaitu, melanjutkan operasi pasar di setiap kabupaten di Sulbar untuk komoditas yang rawan peningkatan harga di luar kenormalan, khususnya porsi besar seperti, ikan, beras dan hortikultura.

“Alhamdullah selama ini sudah berjalan dengan baik sehingga inflasi bisa terkendali. Tentunya ini perlu dilanjutkan,” tandasnya

Kedua, melakukan monitoring harga bahan makanan dan perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan provinsi lain, untuk menjamin ketersediaan pasokan serta memberikan pasar untuk produk Sulbar. (mhy)

Check Also

Harapan Ketua DPRD Sulbar di Manakarra Fair

Mamuju, 8enam.com.-Salah satu inisiator Event Manakarra Fair yang juga Ketua DPRD Sulbar, DR. Hj. St …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *