Selasa , Oktober 27 2020
Home / Daerah / Pengelolaan Pamsimas Harus Memberdayakan Masyarakat

Pengelolaan Pamsimas Harus Memberdayakan Masyarakat

Mateng, 8enam.com.-Program Pamsimas ini adalah program pemberdayaan kita hanya diberikan stimulus, kita diberikan intervensi, supaya partisipasi masyarakat itu itu meningkat dan mampu mengelola Pamsimas dengan baik, tetapi apa yang terjadi karena belum termanajerial dengan baik sehingga kolaborasi antar stakeholder itu tidak berjalan.

Demikian disampaikan oleh Sekkab Mateng sekaligus Ketua Pokja Pamsimas, H. Askary Anwar saat meresmikan pemanfaatan Program Pamsimas III dan Desa Hibah Khusus Pamsimas (HKP) tahun anggaran 2019, di Desa Waepute Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah, Senin, (21/9/2020) kemarin.

Askary katakan, dari 55 desa yang ada semuanya sudah berfungsi, namun masih ada desa yang belum berfungsi dengan baik. Nah, poin penting dari program ini adalah proses pengelolaannya yang harus melibatkan atau memberdayakan masyarakat.

“Air bersih adalah sumber kehidupan masyarakat yang menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk pemerintah, yang sekarang ini pemerintah kabupaten masih terbatas persoalan bajetingnya, apa yang kita punya di PDAM itu hanya 20 liter perdetik, belum mampu untuk mengkaper semua sementara kita sudah ditarget bahwa air bersih itu harus dinikmati seluruh masyarakat,” kata Askary.

“Untuk itu, program Pamsimas ini harus berjalan dengan baik, dan memberdayakan masyarakat. Mohon dirawat, apa yang sudah dikerja dan itu sudah menjadi milik masyarakat bersama untuk dikelola keberlanjutan,” sambung Askary.

Ketua Panitia, Idrus menyampaikan, Kegiatan ini yang hari ini diserahterimakan adalah kegiatan desa reguler sebanyak 11 desa kemudian ditambah desa HKP 4 desa, jadi total desa kegiatan yang terlaksana ditahun 2019 itu sebanyak 15 desa.

“Pamsimas sudah diinterpensi 55 desa termasuk 2 UPT didalamnya, dari 55 desa itu sudah mengakses aman sebanyak 57.014 jiwa,” urai Idrus.

Lanjut disampaikan Idrus, ada peningkatan ditahun 2019 melangkah ketahun 2020, ada praktis naik pemanfaat sambungan rumah, yang tadinya diawal tahun 2019 SR yang menggunakan water meter itu kurang lebih 600, sambungan rumah tanpa watermeter itu kurang lebih 1.500.

Idrus katakan, pasca kegiatan bimbingan teknis di bali itu mengalami kenaikan yang sekarang sudah 1.877 SR dengan water meter dan sambungan rumah tanpa water meter sisa 613 rumah, tersisa pemanfaat yang menggunakan krang-krang dan meteran umum, masih ada 66 ribu jiwa yang belum aman air bersihnya.

“Untuk itu, ditahun 2021 kita sudah menunggu untuk mengusulkan beberapa desa yang akan diusulkan dengan anggaran tahum 2021,” ungkapnya. (SN/one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *