Selasa , Juli 16 2024
Home / Daerah / Parade Ogoh-Ogoh Itu Telah “Berakhir”

Parade Ogoh-Ogoh Itu Telah “Berakhir”

Foto : Ilustrasi/net

Mateng, 8enam.com.-Parade ogoh-ogoh dalam rangka menyambut hari raya Nyepi yang dipelopori oleh pemuda yang tergabung dalam Perhimpunan Pemuda Hindu Dharma (Peradah) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) kini tidak terdengar lagi, bak hilang tertelan bumi.

Padahal, parade ogoh-ogoh tersebut merupakan suatu kegiatan yang bisa mengangkat Pariwisata yang ada di Kabupaten Mateng. Kenapa demikian, karena di Provinsi Sulbar hanya di Kabupaten Mateng lah yang menggelar parade ogoh-ogoh tingkat kabupaten.

Untuk tahun 2019, parade ogoh-ogoh menyambut hari raya nyepi yang jatuh pada tanggal 7 Maret 2019 kini tidak terdengar lagi kabar beritanya.

Sesungguhnya, dengan di gelarnya parade ogoh-ogoh semakin menunjukkan bahwa di Kabupaten Mateng yang di kenal sebagai indonesia mini, memiliki banyak budaya, banyak suku, agama, etnis dan tradisi.

Melalui pesan WhatsApp, Senin (4/3/2019) malam, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Peradah Kabupaten Mateng, Putu Gede Tatan Sagita mengatakan beberapa alasan kenapa parade ogoh-ogoh tahun 2019 tidak di gelar.

Tatan katakan, Ada beberapa kendala kenapa Parade Ogoh-ogoh ke 3 ini tidak dilaksanakan, pertama Persoalan pendanaan karena 2 tahun terlaksana, Parade Ogoh-ogoh itu hanya sumbangan dari Para Tokoh-tokoh yang peduli terhadap kegiatan tersebut. Kedua Kurang Responnya Pihak Dinas Terkait terhadap Kegitan ini.

Alasan ketiga lanjut Tatan, Momen Politik salah satu alasan kenapa tidak melaksanakan Parade Ogoh-ogoh, agar kegitan Budaya yang diselenggarakan Steril dari praktek-praktek yang tidak diinginkan dan Keempat, Peserta kesulitan dalam penggalangan Dana saat pembuatan ogoh-ogoh, sehingga peserta enggan Ikut kembali kedalam Parade Ogoh-ogoh, karna suntikan dana dari Panitia yang minim, itu dikrenakan Panitia juga kesulitan dalam Menggalang Dana.

“Itu beberapa alasan kami tidak melaksanakan Parade Tahun ini dan mungkin saja tahun depan dan selanjutnya kami tidak akan mengelenggarakan parade ogoh-ogoh selama respon dari dinas terkait tidak maksimal yang membeck up kami, baik pemerintah maupun pihak swasta,” ungkap Tatan

Dia juga katakan, bukan bermaksud untuk membebani pemerintah Kabupaten Mateng, tapi pihaknya hanya butuh dukungan dan suffort dari pemerintah khususnya dinas terkait. Karena jika parade ogoh-ogoh itu bisa dilaksanakan setiap tahun, maka Kabupaten Mateng akan menjadi tujuan wisata khususnya wisata budaya.

“Kami tidak bermaksud untuk membebani pemerintah, tapi kami butuh suffort. Bisa kita bayangkan jika parade ogoh-ogoh bisa dilaksanakan setiap tahun, ditambah lagi dengan budaya saudara-saudara kita dari Jawa, Bugis, Mandar, Mamasa, Toraja dan sebagainya, maka Kabupaten Mateng menjadi tujuan wisata Budaya,” ujarnya. (one)

Check Also

Harapan Ketua DPRD Sulbar di Manakarra Fair

Mamuju, 8enam.com.-Salah satu inisiator Event Manakarra Fair yang juga Ketua DPRD Sulbar, DR. Hj. St …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *