Example 300250
DaerahMamuju

Pantau Stok Pangan Lewat Satu Aplikasi, Dinas Pangan Sulbar Bersiap Tangkal Krisis dan Inflasi!

×

Pantau Stok Pangan Lewat Satu Aplikasi, Dinas Pangan Sulbar Bersiap Tangkal Krisis dan Inflasi!

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat diam-diam tengah memperkuat benteng pertahanan di sektor pangan. Guna memastikan pasokan isi piring warga tetap aman dan harga di pasar tidak melonjak, Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat resmi ikut serta dalam sosialisasi dan pelatihan aplikasi mutakhir besutan pusat.

​Aplikasi tersebut bernama SIKAP (Sistem Informasi Ketersediaan Pangan), sebuah inovasi digital yang diluncurkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

​Dinas Pangan Sulbar mengikuti agenda pengenalan sistem baru ini secara daring langsung dari Ruang Rapat Kantor Dinas Pangan Sulbar pada Rabu (17/6/2026), bergabung bersama dinas pangan provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi.

​Lantas, apa kehebatan aplikasi ini sampai seluruh wilayah di Sulawesi wajib menggunakannya?

Bongkar Data Pelaku Usaha dan Stok Pangan secara Real-Time

​Aplikasi SIKAP bukanlah sistem pelaporan biasa. Inovasi digital ini dirancang khusus oleh Bapanas dengan kemampuan yang cukup krusial bagi stabilitas daerah, antara lain:

  • Menghimpun Data Pelaku Usaha: Memetakan siapa saja aktor dan distributor pangan yang bergerak di wilayah Sulbar.
  • Melacak Stok Pangan: Memantau ketersediaan komoditas utama secara cepat, akurat, dan berkelanjutan.
  • Deteksi Dini Kelangkaan: Menghindari kepanikan pasar akibat pasokan barang yang mendadak kosong.

​Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pangan Sulbar, Suyuti Marzuki, diwakili oleh Kepala Bidang Kerawanan Pangan, Bidasari. Bersama tim teknis dari berbagai kabupaten, mereka langsung digembleng latihan menginput data serta membedah fitur-fitur utama di dalam aplikasi.

Senjata Baru Pemprov Sulbar untuk Jinakkan Inflasi

​Langkah digitalisasi data pangan ini tegak lurus dengan arah kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Gubernur selalu menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan wajib berbasis data (data-driven).

​Melalui pesan tertulisnya, Kepala Dinas Pangan Sulbar, Suyuti Marzuki, menegaskan bahwa akurasi data di lapangan adalah modal utama pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis, termasuk mengendalikan laju inflasi daerah.

​”Data pangan yang valid dan terbarukan sangat penting untuk mendukung pengambilan kebijakan. Dengan adanya aplikasi SIKAP, diharapkan proses pengumpulan dan pelaporan data menjadi lebih efektif serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” tegas Suyuti.

Menuju “Satu Data Pangan” Sulawesi Barat

​Selama ini, salah satu tantangan berat dalam menjaga ketahanan pangan adalah tumpang tindihnya informasi stok barang antara pusat dan daerah.

​Dengan diterapkannya aplikasi SIKAP secara serentak di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Sulbar, rantai informasi tersebut kini dipangkas. Pemerintah daerah optimis dapat mewujudkan ekosistem “Satu Data Pangan” yang kokoh, sehingga pasokan pangan masyarakat Sulbar tetap aman, terjaga, dan bebas dari permainan spekulan pasar. (Rls)

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *