Senin , Juli 13 2020
Home / Daerah / Nahkodai DPD HNSI Sulbar, ABM Sampaikan Ini

Nahkodai DPD HNSI Sulbar, ABM Sampaikan Ini

Mamuju, 8enam.com.-Terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar resmi nahkodai DPD HNSI Sulbar masa bhakti 2018-2022.

Musda HNSI Sulbar yang berlangsung di Ballroom Hotel Maleo Mamuju, Rabu (28/11/2018) tersebut dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi forum kenelayanan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menjaring, menampung serta mengidentifikasi berbagai isu-isu kenelayananan di Sulbar, demi terwujudnya pengelolaan kenelayanan yang maju, mandiri dan sejahtera demi Sulbar yang Maju dan Malaqbiq,” kata Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar.

Ali Baal juga mengemukakan, potret atau gambaran nelayan Sulbar dan di seluruh Indonesia memang sangat memperihatinkan. Hal tersebut dikarenakan para komunitas nelayan masih sangat jauh dari kehidupan yang ideal seperti yang didambakan.

Selain itu lanjutnya, wajah perkampungan para nelayan yang berdiam diri di sepanjang pesisir Sulbar, memperlihatkan kondisi kekumuhan, tidak tertata dengan baik dan kurang rapih serta kecenderungan kurang higienis di lingkungan sekitar.

“Kondisi tersebut tidak semestinya dirasakan oleh para saudara nelayan Sulbar, jika dilihat dari ketersediaan potensi sumber daya kelautan dan perikanan sulbar yang begitu besar dan sangat menjanjikan,” sebutnya.

Menurutnya, wilayah perairan Sulbar yang berada di Selat Makassar, tepat berada dalam wilayah pengelolaan perikanan 713, memiliki potensi perikanan tangkap lestari sekitar 1 juta 200 ribu ton per tahun, potensi tersebut sangat besar dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi nelayan di Sulbar.

Untuk itu kata Ali Baal, upaya serius dan kongkrit harus diterapkan dalam rangka peningkatan produksi hasil tangkapan ikan di Sulbar dan tidak hanya memperbanyak armada atau kapal penangkapan ikan yang besar yang memiliki daya jelajah tinggi, serta dalam penerapan adopsi ilmu pengetahuan dan teknologi terutama yang menyangkut informasi berbasis citra satelit tersebut akan sangat membantu percepatan peningkatan hasil produksi penangkapan ikan dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan yang maju.

Dalam pemanfaatan sumber daya ikan, sambungnya, para nelayan Indonesia belum berdaulat dan merdeka sepenuhnya dalam pemanfaatan hasil alam laut yang melimpah di wilayah perairan Indonesia. Hal tersebut disebabkan para nelayan dipersulit oleh dokumen administrasi dalam persyaratan yang harus tersedia diatas kapal sebelum melaut.

“Kita berharap pemerintah pusat dapat bijak menyusun regulasi atau kebijakan yang benar-benar meihak nelayan dan memberi kepastian berusaha tampa ada rasa takut dan was-was pada aparat keamanan,” tandasnya.

Sementara Ketua Umum DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Mayjen TNI Marinir (Purn), Yussuf Solichien menyampaikan, HNSI merupakan koordinasi nirlaba yang memiliki dua tugas pokok yaitu advokasi dan provokasi positif yang mendorong pemerintah dalam membantu peningkatan pendapatan dan taraf hidup para nelayan Indonesia.

“Tugas DPD HNSI Sulbar hanya dua saja, melindungi nelayan Sulawesi Barat dan memberikan kesejahteraan. Dan kebetulan ketua DPDnya bapak Gubernur, sehingga beliau bisa berkoordinasi dengan DPRD Sulbar dalam memuat program-program anggaran kesejahteraan nelayan,” ujarnya.

Dikatakan lagi, HNSI akan terus melakukan koordinasi kepada aparat penegakan hukum dilaut, baik dari kepala staf Angkatan Laut dan Kepala kepolisian Republik Indonesia. Tidak hanya itu, kebijakan bagi para nelayan yang berkapasitas dibawah 10 GT akan diberikan pembinaan dan perlindungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang perlindungan para nelayan.

Sedangkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar, Parman Parakassi melaporkan, kegitan forum koordinasi tersebut berlangsung selama tiga hari dari 26 hingga 28 november 2018.

Lanjutnya, Terdapat sembilan perumusan program kenelayanan Sulbar yang diberi nama nawacita program kenelayanan Provinsi Sulbar, dari sembilan program tersebut tercipta komitmen peningkatkan kesejahteraan para nelayan di Sulbar yang tidak hanya mengeksploitasi sumber daya hasil laut tetapi berkewajiban memelihara dan menkonservasi SDA laut tersebut.

“Dengan terpilihnya Gubernur Sulbar , Ali Baal Masdar sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah HNSI Sulbar, akan menjadi harapan baru dalam peningkatan kesejahteraan nelayan di Sulbar,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan danrem 142 Tatag, perwakilan Polda Sulbar, para pimpinan OPD lingkup Sulbar, Kalanal Mamuju, Siangka, kasdim 1418 Mamuju, Andi Ismail, serta para tamu undangan. (farid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *