Senin , Juni 21 2021
Home / Daerah / Mau Rubah Susunan Pancasila, Gubernur Sulbar Diminta Minta Maaf Dihadapan MPR RI

Mau Rubah Susunan Pancasila, Gubernur Sulbar Diminta Minta Maaf Dihadapan MPR RI

Mamuju, 8enam.com.-Salah dalam penyebutan sila Pancasila dan mengklarifikasi kesalahan pembacaan tex Pancasila dengan mau merubah susunan Pancasila karena dianggap antara sila kedua dan kelima jaraknya berjauhan.

Menyikapi hal tersebut, Puluhan Mahasiswa yang Mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Indonesia, Melakukan aksi unjuk rasa terkait kesalahan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) dalam membacakan text Pancasila serta klarifikasi yang di keluarkan yang dianggap tidak bisa diterima oleh publik, Masyarakat Sulbar.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa membawa pamplet yang bertukiskan, Jangan buat Sulbar masuk dalam kehancuran karna kebobrokan pemimpinnya.

Selain itu, pengunjuk rasa juga menyampaikan beberapa tuntutan, Meminta kepada Gubernur Sulbar mempertanggung jawabkan pernyataannya yang hendak mengubah susunan Pancasila di hadapan MPR-RI,

Meminta kepada Gubernur Sulbar untuk menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh rakyat Indonesia dalam jangkau 2 hari, dan Pemuda yang hanya diam melihat pancasila nya di obok-obok oleh penguasa adalah penghinaan besar dalam kehancuran Negaranya.

Meminta Kepada DPRD Provinsi Sulbar untuk melakukan rapat PARIPURNA Pengusulan Pergantian Gubernur Sulbar.

Dalam orasinya, Amiruddin mengatakan bahwa, Pada saat peringatan sumpah pemuda, bapak Ali Baal Masdar yang ingin memindahkan sila ke-5 ke sila ke-2, itu bisa maklumi karna biasa kesalahan itu terjadi sebagai manusia biasa.

“Tetapi kemudian pada saat Ali Baal Masdar melakukan klarifikasi yang kami anggap itu tidak masuk di akal, Jangan sampai Gubernur yang mengatakan bahwa pada saat saya bacakan Pancasila itu teringat diskusi pada malam itu, entah siapa yang ditemani diskusi oleh Ali Baal Masdar. Jangan sampai Gubernur Sulbar melakukan diskusi dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab di Negri ini, oknum yang ingin memecah bela keutuhan NKRI,” Sebut Amiruddin.

Lanjut Amiruddin, Ini peristiwa yang sangat miris sepanjang sejarah, baru kali ini ada seorang Gubernur yang ingin merubah urutan pancasila.

“Kami hadir disini untuk meminta kepada DPRD menghadirkan Gubernur dan melakukan klarifikasi dihadapan rakyat Indonesia dan di gedung MPR. Jika itu tidak di indahkan maka kami minta kepada DPRD untuk melakukan rapat paripurna pengusulan pemberhentian Gubernur,” Tegas Amiruddin, Selasa (21/11/2017).

Amiruddin menambahkan, Seorang Gubernur tidak punya dasar untuk melakukan perombakan Pancasila. Jika Gubernur Sulbar mau merubah pancasila, maka silahkan cari pulau yang baru dan membuat pancasila yang baru, jangan mau merubah pancasila kami di Negara kami.

“Jika Gubernur tidak mau melakukan permintamaafan dihadapan publik dalam jangkau 2 hari, Jangan salahkan kami jika kami melakukan provokasi besar-besaran di 6 kabupaten menduduki kantor DPRD ini untuk menuntut kepada DPRD melakukan sidang paripurna penggantian Gubernur Sulbar,” Tutup Amiruddin. (**/edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *