Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) bergerak cepat menyiapkan generasi muda yang melek politik dan demokrasi sejak dini. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) tiga lembaga yang berfokus pada penguatan pendidikan pemilih bagi pelajar tingkat SMA dan Madrasah Aliyah (MA).
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), bersama Ketua KPU Sulbar, Said Usman Umar, dan Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulbar, Adnan Nota, di Ruang Kerja Gubernur Sulbar, Rabu (20/05/2026).
Sinergi besar ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai hak politik, tata cara pemilu, serta pentingnya menggunakan hak suara secara cerdas kepada para pemilih pemula di Bumi Manakarra.
Berbagi Peran: Pemprov Kawal SMA, Kemenag Sasar Madrasah Aliyah
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulbar, Amir A. Dado, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu adalah kunci suksesnya penguatan iklim demokrasi di tingkat tapak.
Ketua KPU Sulbar, Said Usman Umar, menjelaskan bahwa MoU ini menjadi payung hukum resmi bagi KPU untuk mulai “masuk kelas” dan mengedukasi para siswa secara masif sebelum mereka menggunakan hak pilihnya di bilik suara.
“Kami menggagas beberapa kegiatan untuk bisa melakukan pendidikan pemilih bagi anak didik kita, utamanya tingkat SMA sederajat. Untuk sekolah umum, program akan dikoordinasikan bersama Pemprov lewat Dinas Pendidikan. Sedangkan untuk Madrasah Aliyah (MA), kita libatkan Kanwil Kemenag Sulbar,” urai Said Usman.
Cetak Generasi Anti-Golput dan Cerdas Bermedia Sosial
Said menambahkan, setelah penandatanganan kesepakatan ini rampung, KPU bersama tim teknis Pemprov dan Kemenag akan langsung menyusun jadwal simulasi dan sosialisasi tatap muka ke sekolah-sekolah.
Tujuan jangka panjang dari gerakan masuk sekolah ini adalah membentuk kesadaran kritis di kalangan pelajar agar tidak hanya menjadi pemilih yang anti-golput, melainkan juga mampu menyaring informasi hoaks seputar pemilu di media sosial.
Melalui integrasi program ini, Pemprov Sulbar di bawah komando Gubernur SDK optimistis kualitas partisipasi pemilih pemula di Sulawesi Barat ke depan akan semakin matang, sehat, dan berintegritas demi melahirkan pemimpin-pemimpin berkualitas di masa depan.
Editor: Ammar







