Sabtu , Oktober 24 2020
Home / Daerah / Mamuju Tengah Jadi Pilot Project Program Ketapang Padi Dan Singkong

Mamuju Tengah Jadi Pilot Project Program Ketapang Padi Dan Singkong

Mateng, 8enam.com.-Kabupaten Mamuju Tengah jadi pilot project program Ketahanan Pangan (Ketapang) padi dan jagung. Hal itu disampaikan oleh Kementrian Pertahanan Perwakilan Sulbar saat memaparkan program ketahanan pangan padi dan singkong, di Aula Kantor Bupati Mateng, Kamis (3/9/2020).

Kepala Kantor Kementrian Pertahanan Perwakilan Sulbar, Kolonel Sus Rudianto menyampaikan, Program ini adalah program dari pusat dengan menunjuk Kementrian Lertahanan sebagai lini sektor untuk ketahan pangan nasional, dengan dibantu Kementrian Pertanian, karena tidak mungkin Kementerian Pertahanan bekerja sendiri.

“Jadi dengan memakai dua program padi dan singkong, diharapkan kita mengurangi ketergantungan pangan dari luar sehingga ketahan pangan wilayah kabupaten dapat berfungsi dengan baik. Program ini untuk semua wilayah di Sulawesi Barat, kebetulan Kabupaten Mamuju Tengah berkenan untuk di jadikan sebagai pilot project,” kata Kolonel Sus Rudianto.

“Makanya kami nanti akan meninjau tempatnya, lokasinya kemudian saya gambar master plantnya supaya pada saat kunjungan dari pusat itu sudah mudah untuk melihatnya,” sambungnya.

Program ini kata Kolonel Sus Rudianto, lahan yang nantinya akan diberdayakan adalah lahan-lahan tidur, yang tidak dikelolah dengan baik oleh pemiliknya, sementara untuk lahan sawit, coklat dan yang lainnya yang sudah digarap, tidak akan ganggu lagi, karena program ini hanya memberdayakan lahan tidur.

Sementara Bupati Mateng, H. Aras Tammauni mengatakan, dengan adanya program dari Kementerian Pertahanan, memberikan harapan baru bagi petani singkong di Mamuju Tengah.

“Saya percaya dengan harga yang menguntungkan, petani akan kembali menanam singkong dengan memanfatkan lahan-lahan tidur,” kata Aras.

Dia katakan, pangan lokal menjadi pangan alternatif yang harus mulai diberi perhatian khusus. Manfaatkan lahan yang ada, bangun pangan lokal mulai dari skala rumah tangga supaya ketahanan pangan bisa terjaga.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Bupati Mateng, H. Muh. Amin Jasa, Proram dari pusat untuk tanaman puasa padi dan singkong harus direspon dengan baik, karena ini akan melibatkan tenaga lokal, yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi pengangguran dan ini akan mebangkitkan daya beli bagi masyarakat, selain itu dapat juga meningkatkan tarap hidupnya

“Jika kita melihat lahan yang ada didaerah kita, masih banyak lahan yang tidak dikelolah dengan baik, untuk itu bagi masyarakat yang punya lahan tidur agar dapat dikerjasamakan sehingga lahan tersebut ada manfaatnya,” ungkap Amin Jasa. (SN/one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *