Senin , Oktober 19 2020
Home / Daerah / Kolonel Inf : “Salah Satu Cara Untuk Mengatasi Perpecahan Harus Sering Membuat Kegiatan Dialog”

Kolonel Inf : “Salah Satu Cara Untuk Mengatasi Perpecahan Harus Sering Membuat Kegiatan Dialog”

Mamuju, 8enam.com.-Dengan mengangkat tema “Revitalisasi Konstruksi Kebangsaan Sebagai Upaya Merawat Kebhinekaan dan Menjaga Keutuhan NKRI” Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (PP IPMAPUS – SULBAR) gelar dialog Kebangsaan di Warkop 89 jalan Andi Makkasau Kabupaten Mamuju, Jum’at (30/8/2019).

Dialog kebangsaan tersebut menghadirkan empat narasumber diantaranya, Dandim 1418/Mamuju, Kolonel Inf Suyitno, Kasat Intel Kam Polres Mamuju, AKP Yulianus, Sekretaris Kesbangpol Provinsi Sulbar Muh. Salil dan ketua KKB-PUS Indonesia, Muhammad Zakir Akbar.

Sejumlah Organisasi Kemahasiswaan dan Insan Pers juga turut hadir dalam dialog tersebut seperti HMI, GMNI, PMII, IWO Sulbar dan peserta dialog.

Dandim 1418/Mamuju, Kolonel Inf Suyitno menyampaikan, perlu diketahui bersama semenjak di zaman reformasi ini sikap kecintaan terhadap negara sudah mulai rendah.

“Dalam perkembangan teknologi yang ada sekarang ini maka muncullah banyak ide ide yang bisa mempengaruhi sumber manusia, seperti halnya siapa yang menguasai teknologi dan informasi maka itulah yang menguasai dunia, dan siapa menguasai sumber daya alam seperti mineral dan makanan maka itulah yang bisa menguasai dunia,” Ucap Kolonel Suyitno.

Salah satu cara untuk mengatasi perpecahan kata Kolonel Suyitni, harus sering membuat kegiatan dialog dan mendatangkan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk mengetahui dan mengatasi permasalahan yang ada di wilayah kita.

“Untuk itu saya menghimbau agar tidak terjadinya suatu permasalahan atau konflik di wilayah kita, maka kita harus bersatu dalam segala hal apapun dan jangan mudah terpengaruh atau terprovokasi dari hal apapun. Harus kita ketahui bersama tugas TNI adalah untuk mengamankan seluruh keutuhan wilayah NKRI dan untuk membantu pemerintah dalam pembangunan suatu wilayah,” ujarnya.

Ditempat yang sama AKP Yulianus mengatakan, dalam bangsa indonesia seperti kita ketahui bersama ada 4 pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dan di mamuju ini perlu kita ketahui ada beragam macam ras, suku, agama dan etnis.

“Saya rasa yang harus di bangun adalah toleransi dan harus kita ketahui negara kita mempunyai sejarah yang tidak di miliki oleh negara lain maka kita harus patut syukuri dari beragamnya kita yang ada di indonesia bisa bersatu karena atas dasar 4 pilar tersebut,” kata AKP Yulianus.

Dalam kesempatan itu Yulianus juga menyampaikan potensi ancaman dalam negri sendiri yaitu KKN, Narkoba, Makar, dan berita Hoax yang dapat menimbulkan konflik dan perpecahan.

“Pembangunan karakter, Pendidikan, agama dan toleransi sekarang ini betul-betul harus berjalan dengan baik untuk membangun komunikasi yang baik, agar tidak mudah terprovokasi yang dapat menimbulkan perpecahan atau konflik di wilayah kita,” sebutnya.

Sementara Muh. Salil menekankan nilai nilai yang ada di Bhineka Tunggal Ika yaitu toleransi, keadilan, gotong royong, solidaritas, kejujuran, kepercayaan, tanggung jawab, kepedulian dan Produktivitas kemudian di perkecil menjadi 3 yaitu toleransi, keadilan dan gotong royong.

Sedangkan Muhammad Zakir Akbar menjelaskan bahwa kegiatan dialog tersebut sangatlah tepat karena timbulnya rasa prihatin yang di miliki oleh para pemuda sulbar terkait konflik yang terjadi di wilayah Papua.

“Perlu kita ketahui bersama Keadilan sosial sangatlah berpengaruh di dalam kehidupan bernegara, karena menurut saya yang dapat menyebabkan runtuhnya suatu negara di pengaruhi oleh keadilan sosial. Seperti halnya yang terjadi saat ini adalah proxy war yaitu terjadinya perang yang menimbulkan suatu konflik yang orang lain tidak mengetahui tetapi menikmati hal tersebut,” Ucap Alumni UGM tersebut.

Lebih jauh dia menjelaskan permasalahan besar yang harus dijaga hingga saat ini yaitu penyebaran berita Hoakx, yang dapat menimbulkan dampak terjadinya suatu konflik di suatu daerah atau wilayah, Oleh karena itu Sinergisitas dan Netralitas dari TNI-Polri harus betul betul di jaga. (Amr/edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *